Home Story Benarkah Berbuka dengan yang Manis Dianjurkan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Benarkah Berbuka dengan yang Manis Dianjurkan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sekitar 70,9% masyarakat Indonesia memilih minuman manis seperti sirop sebagai takjil saat berbuka puasa,[1] menjadikannya pilihan paling populer setiap Ramadan. Tidak heran jika banyak orang langsung mengaitkan momen ini dengan berbuka dengan yang manis

Tapi apakah kebiasaan itu benar-benar dianjurkan atau sekadar tradisi yang diwariskan dari meja ke meja? Menariknya, makna sebenarnya ternyata jauh lebih sederhana, bahkan mungkin lebih sehat daripada yang selama ini kita bayangkan, Carnivores.

Apakah Ada Sunah Berbuka dengan yang Manis?

Mangkuk dari kuningan

Banyak orang mengira sunah puasa saat berbuka identik dengan apa pun yang rasanya manis. Padahal, letak salah pahamnya ada di situ, Carnivores. 

Dalam hadis berbuka dengan kurma, Nabi Muhammad saw. mencontohkan buka puasa dengan cara yang ringan dan terarah: 

“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).[2] 

Jadi, anjurannya justru bukan manis berlebihan, melainkan pembuka yang alami dan sederhana serta bikin tubuh tenang. Tradisi ini juga selaras dengan sejarah kurma di Timur Tengah yang sejak ribuan tahun lalu menjadi sumber energi penting di tengah kondisi ekstrem.[3]

Kenapa Berbuka Puasa dengan yang Manis?

Mengambil kurma dari mangkuk

Setelah berjam-jam puasa, tubuh tidak perlu “kejutan”, Carnivores. Kadar glukosa menurun, cairan tubuh berkurang, dan sistem cerna perlu dibangunkan pelan-pelan. 

Kurma mendukung transisi yang lembut di titik ini. Sekitar 63–70% isinya adalah gula alami yang cepat menjadi energi,[4] sementara satu butir kurma rata-rata hanya menyumbang 20–23 kalori.[5] 

Oleh karena itu, berbuka puasa diarahkan ke air putih dan kurma karena bentuknya ringan dan terukur serta fungsional. Takjil yang ideal adalah yang menjembatani energi sebelum makanan utama, Carnivores.

Baca Juga: Kumpulan Doa Buka Puasa dan Terjemahannya

Takjil yang Pas untuk Buka Puasa

Gelas dan kurma

Lalu, apa saja pilihan takjil manis yang lebih masuk akal untuk buka puasa?

  • Mulailah dengan kurma karena praktis dan cepat membantu mengisi energi awal.

  • Setelah itu, buah segar cocok untuk memberi rasa manis alami sekaligus cairan, seperti semangka, jeruk, dan mangga.

  • Air putih atau minuman hangat penting untuk membantu tubuh berehidrasi tanpa membebani lambung.

  • Kalau ingin sesuatu yang lebih mengenyangkan, sup ringan bisa jadi transisi yang nyaman sebelum makan besar.

Baru setelah jeda, masuk ke makanan utama. Kenapa bertahap? Karena berbuka terlalu agresif justru sering bikin kalap. Bahkan studi menunjukkan hampir 60% orang mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan akibat makan berlebihan saat iftar.[6] 

Sajian manis memang lekat dengan tradisi di Asia Tenggara, seperti kolak dan es buah untuk berbuka puasa.[7] Tapi akan lebih bijak jika kamu mengendalikan porsinya, Carnivores.

Manfaat Berbuka dengan yang Manis untuk Tubuh

Sepiring kurma dan potongan jeruk segar

Setelah tubuh diajak berbuka secara bertahap, pertanyaan berikutnya sering muncul: apa sebenarnya manfaat menu buka puasa manis untuk tubuh? Jawabannya cukup menarik, Carnivores.

Setelah sekitar 12–14 jam puasa, kadar glukosa dalam darah biasanya turun sekitar 10–20% dibandingkan dengan kondisi setelah makan, dengan level sehat berada di kisaran 70–99 mg/dL.[8] Artinya, tubuh memang butuh energi cepat, tetapi dalam bentuk yang terukur. 

Takjil manis alami membantu memulihkan energi tanpa membuat sistem pencernaan “kaget”. Dengan cara ini, tubuh punya waktu beradaptasi sebelum makanan utama datang. Hasilnya? Energi kembali stabil, nafsu makan lebih terkendali, dan risiko makan berlebihan saat iftar bisa ditekan.

Cara Berbuka yang Lebih Seimbang

Menuangkan minum dari teko ke gelas

Lalu bagaimana cara berbuka yang lebih sehat tanpa bikin perut terasa kaku?

  • Mulai ringan dulu. Kurma atau air membantu tubuh “bangun” perlahan setelah puasa.

  • Berikan jeda sekitar 10-15 menit. Kenapa penting? Karena otak butuh waktu untuk membaca sinyal kenyang. Bahkan jeda singkat seperti ini terbukti bisa membantu menekan konsumsi kalori berlebih setelah puasa panjang.[9]

  • Batasi minuman terlalu manis. Sedikit manis membantu, tapi gula berlebihan justru bikin energi cepat turun.

  • Pilih makanan bergizi seimbang. Protein, serat, dan karbohidrat kompleks membantu energi bertahan lebih lama.

Dengan ritme ini, kamu juga mulai memahami waktu terbaik makan berat saat puasa—yaitu setelah tubuh siap menerima hidangan utama. Dengan begitu, momen berbuka akan jauh lebih menyenangkan.

Tutup Puasa dengan Hidangan yang Memuaskan

Berbagai menu di Steak Hotel by HOLYCOW!

Setelah tubuh kembali bertenaga, momen berbuka biasanya berubah jadi waktu terbaik untuk berkumpul, seperti berbagi cerita, tawa, dan tentu saja makanan yang benar-benar memuaskan. Oleh karena itu, lanjutkan iftar di TKP Steak Hotel by HOLYCOW! terdekat, rumahnya Holycow yang asli dan lahir dari visi founder Holycow Wynda Mardio.

Setelah takjil ringan, steak hangat dan hidangan lezat, terasa lebih nikmat disantap bersama. Yuk, jadikan momen makan malam lebih berkesan setelah berbuka dengan yang manis di Steak Hotel by HOLYCOW!


FAQ

Apakah ada anjuran sunah puasa yang spesifik untuk berbuka dengan yang manis? +

Secara spesifik, tidak ada dalil yang menyebutkan sunah berbuka dengan yang manis. Berdasarkan Hadis Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Nabi Muhammad saw. mencontohkan untuk berbuka puasa dengan buah kurma, karena mengandung berkah. Namun, apabila tidak ada kurma, kamu dianjurkan untuk berbuka dengan air putih karena sifatnya yang bersih dan suci.

Mengapa buah kurma sangat ideal dan baik untuk memulihkan energi setelah berpuasa? +

Kurma sangat ideal karena mendukung transisi pencernaan yang lembut. Sekitar 63%–70% isi kurma adalah gula alami yang dapat diubah menjadi energi instan secara cepat oleh tubuh. Selain itu, porsinya sangat terukur dan fungsional karena satu butir kurma rata-rata hanya menyumbang 20–23 kalori saja, sehingga tidak akan membebani lambung kamu secara berlebihan.

Berapa persen penurunan kadar glukosa darah setelah seharian berpuasa? +

Setelah menjalani puasa selama 12–14 jam, kadar glukosa dalam darah biasanya akan turun sekitar 10%–20% dibandingkan dengan kondisi normal setelah makan, di mana level sehatnya berada di kisaran 70–99 mg/dL. Oleh karena itu, tubuh kamu memang membutuhkan asupan energi cepat dari takjil manis alami, tetapi dalam porsi yang terukur agar sistem pencernaan tidak "kaget".

Mengapa kamu dianjurkan memberi jeda waktu sebelum masuk ke menu makanan utama? +

Kamu sangat disarankan memberi jeda waktu sekitar 10–15 menit setelah takjil ringan sebelum mulai makan berat. Jeda singkat ini sangat penting karena otak membutuhkan waktu untuk membaca sinyal kenyang pada tubuh. Langkah ini terbukti efektif untuk membantu mengendalikan nafsu makan dan menekan konsumsi kalori berlebih akibat kalap saat iftar.

Apa saja pilihan takjil sehat yang direkomendasikan untuk membatalkan puasa? +

Langkah berbuka yang seimbang bisa kamu mulai dengan yang ringan, yaitu mengonsumsi kurma dan air putih atau minuman hangat untuk membantu tubuh berehidrasi. Setelah itu, kamu bisa mengonsumsi buah segar yang mengandung manis alami dan tinggi cairan seperti semangka, jeruk, dan mangga, atau sup ringan sebagai transisi yang nyaman sebelum menyantap hidangan utama.


Sumber

[1] Instagram @katadatacoid. Kenapa Sirop Selalu Laris di Bulan Ramadan? https://www.instagram.com/p/DVvgRP9k2mY/

[2] MUI Digital. Rasulullah SAW Anjurkan Berbuka Puasa dengan Kurma, Mengapa? Ini Penjelasan Medisnya. https://mui.or.id/baca/berita/rasulullah-saw-anjurkan-berbuka-dengan-kurma-mengapa-ini-penjelasan-medisny?page=1

[3] BBC. Why are dates such an important fruit for different cultures? https://www.bbc.co.uk/bitesize/articles/zjxvjfr

[4] NIH. Sugar profile, volatile compounds, composition and antioxidant activity of Sukkari date palm fruit. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6400747/

[5] Medical News Today. Are dates healthy? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322548

[6] Allurion. Your guide to healthy eating and weight loss during Ramadan. https://www.allurion.com/en/blog/your-guide-healthy-eating-and-weight-loss-during-ramadan

[7] Asian Inspirations. 10 Southeast Asian Yummies to Celebrate Eid al-Fitr. https://asianinspirations.com.au/food-knowledge/10-southeast-asian-yummies-to-celebrate-eid-al-fitr/

[8] Cleveland Clinic. Fasting Blood Sugar Test. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21952-fasting-blood-sugar

[9] WebMD. Slow Down, You Eat Too Fast. https://www.webmd.com/obesity/features/slow-down-you-eat-too-fast

Leave a comment

All comments are moderated before being published