Home Story Bolehkah Makan sebelum Salat Idulfitri? Ini Penjelasannya

Bolehkah Makan sebelum Salat Idulfitri? Ini Penjelasannya

Pagi Idulfitri sering dimulai dengan kebiasaan sederhana: makan kurma dalam jumlah ganjil atau sedikit makanan manis sebelum berangkat ke masjid. Sunah ini bahkan jadi anjuran sebagai penanda berakhirnya Ramadan.[1] Tapi bolehkah makan sebelum salat Idulfitri? Atau ini hanya tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun?

Pertanyaan ini sering muncul, apalagi jika mengaitkannya dengan perbedaan Idulfitri dan Iduladha soal makan. Menariknya, kebiasaan kecil ini ternyata menyimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar sarapan pagi, Carnivores.

Bukan Sekadar Tradisi Pagi Lebaran

Mengambil kurma di mangkuk

Jadi, bagaimana hukum makan sebelum salat Idulfitri? Boleh, bahkan dianjurkan sebagai sunah. 

Dalam hadis makan sebelum salat Idulfitri, Nabi Muhammad saw. diriwayatkan tidak berangkat ke tempat salat sampai beliau makan terlebih dahulu. Kurma menjadi pilihan yang paling sering disebut, bahkan dalam jumlah ganjil seperti satu, tiga, atau lima.[2]

Ini bukan cuma kebiasaan rumah tangga, Carnivores. Makan sebelum salat menjadi penanda bahwa Ramadan benar-benar telah selesai. Selain itu, kurma punya tempat istimewa dalam tradisi Islam. Buah ini telah menjadi simbol keberkahan dan keramahan serta perayaan hari kemenangan.[3]

Hikmah di Balik Sunah

Membuka toples kue kering di hari Lebaran

Sunah Idulfitri terasa indah sekaligus tegas di titik ini, Carnivores. Setelah menjalani puasa selama 29-30 hari, Islam tidak membiarkan hari kemenangan terasa membingungkan, tetapi dengan isyarat yang jelas: hari ini bukan lagi hari menahan diri.[4]

Oleh karena itu, makan sebelum salat bukan detail kecil tanpa arti, melainkan penanda bahwa Idulfitri adalah hari berbuka, hari syukur, dan hari menikmati yang halal secara sadar. 

Kenapa ini penting? Banyak orang terlalu fokus pada ritual, lalu lupa pada pesan besarnya. Islam justru mengajarkan keseimbangan. Ibadah tetap kuat; kenikmatan yang baik juga punya tempat. Jadi, sunah ini bukan sekadar harus kamu lakukan, tapi harus kamu pahami juga maknanya.

Idulfitri dan Iduladha Berbeda

Kopi dan makanan pendampingnya

Jika makan sebelum salat termasuk sunah sebelum salat Idulfitri, kenapa pada Iduladha justru menganjurkan menunda makan? Bukankah keduanya sama-sama hari raya dalam Islam?

Perbedaan utamanya ada pada pesan simboliknya. Idulfitri menandai berakhirnya Ramadan, sehingga makan sebelum salat jadi cara menegaskan bahwa masa puasa telah usai, Carnivores. Sementara itu, Iduladha berkaitan dengan ibadah kurban, sehingga momentum makan setelah salat jadi bagian dari perayaan kurban itu sendiri. 

Dengan sekitar 2 miliar umat muslim merayakan Idulfitri di seluruh dunia,[5] praktik ini jadi tradisi yang sangat luas. 

Berikut gambaran perbedaan kedua hari raya ini:

Aspek

Idulfitri

Iduladha

Sunah makan sebelum salat

Dianjurkan

Tidak dianjurkan

Waktu makan utama

Sebelum salat

Setelah salat

Makna simbolik

Berakhirnya Ramadan

Menyambut ibadah kurban

Bukan hanya berbeda waktu, kedua hari raya ini juga berbeda pesan. Idulfitri merayakan akhir puasa, sementara Iduladha mengarahkan perhatian pada ibadah kurban dan makna pengorbanan.

Apa yang Sebaiknya Dimakan sebelum Salat Id?

Berbagai makanan kering di atas meja

Idealnya adalah makanan yang ringan dan manis serta tidak berlebihan, Carnivores. Maka dari itu, anjurannya adalah kurma. Selain sunah, kurma jadi anjuran klasik karena praktis dan memberi energi. 

Satu butirnya saja mengandung sekitar 16 gram gula alami, sementara seratnya membantu memperlambat penyerapan gula sehingga tubuh tetap stabil.[6] Selain itu, kue Lebaran ringan, teh hangat, atau sedikit makanan manis juga sering menjadi pembuka yang nyaman. 

Menariknya, tradisi kue kering seperti nastar dan kastengel sebelum salat Id di Indonesia bahkan berakar dari kebiasaan era kolonial sebagai suguhan praktis untuk tamu.[7]

Apa pun yang kamu makan, Carnivores, pastikan porsinya tetap kecil, cukup untuk membuka, dan bukan sarapan besar. Kenapa? Makan terlalu banyak sejak pagi justru memicu penyakit setelah Lebaran, mulai dari gangguan pencernaan hingga lonjakan gula darah.

Lebaran Bukan Hanya Soal Ibadah

Dua orang perempuan bersosialisasi

Setelah salat Id selesai, suasana biasanya berubah cepat, Carnivores. Dari khusyuk di lapangan atau di masjid, pagi Lebaran bergeser menjadi momen yang lebih hangat dan sosial. Ini karena silaturahmi adalah inti perayaan.

Ini bukan hanya tradisi, tapi sudah jadi cara merawat hubungan yang mungkin jarang tersentuh sepanjang tahun. Orang saling berkunjung, bermaafan, lalu duduk bersama menikmati hidangan.

Banyak keluarga mulai melihat momen makan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi pengalaman kebersamaan. Sebagian memilih menikmati masakan rumah, sementara yang lain melanjutkan perayaan dengan makan di luar. 

Kenapa begitu? Lebaran pada akhirnya bukan hanya tentang menyelesaikan ibadah Ramadan, tetapi juga merayakan hubungan dan cerita serta membagi waktu bersama orang-orang terdekat.

Menutup Hari Kemenangan dengan Hangat

Hidangan steak

Dari makan kurma sebelum salat Id, saling bermaafan, hingga berbagi ucapan Lebaran, hari kemenangan sering berakhir di meja makan bersama orang terdekat. Kamu juga bisa melanjutkan kebersamaan dengan yang tersayang di Steak Hotel by HOLYCOW!, rumah Holycow yang asli.

Tempat ini lahir dari visi founder Holycow, Wynda Mardio, untuk menghadirkan pengalaman makan steak yang hangat dan bersahabat. Jadi, masih penasaran, bolehkah makan sebelum salat Idulfitri

Setelah memahaminya, rayakan Lebaran dengan menikmati steak dan hidangan lezat bersama kami di Steak Hotel by HOLYCOW!


FAQ

Bagaimana hukum dan sunah makan sebelum melaksanakan salat Idulfitri? +

Hukum makan sebelum salat Idulfitri adalah boleh dan sangat dianjurkan sebagai amalan sunah. Berdasarkan hadis, Nabi Muhammad saw. diriwayatkan tidak akan berangkat ke tempat salat Idulfitri sampai beliau makan terlebih dahulu, biasanya berupa buah kurma dalam jumlah ganjil (seperti 1, 3, atau 5 butir).

Apa hikmah atau makna simbolik di balik sunah makan sebelum salat Idulfitri? +

Hikmah utamanya adalah sebagai penanda tegas bahwa masa ibadah puasa Ramadan telah benar-benar selesai. Melalui kebiasaan kecil ini, Islam memberikan isyarat yang jelas bahwa hari raya Idulfitri adalah hari berbuka, hari bersyukur, dan hari untuk menikmati makanan yang halal secara sadar setelah sebulan penuh menahan diri.

Apa perbedaan aturan sunah makan antara hari raya Idulfitri dan Iduladha? +

Perbedaan utamanya terletak pada waktu pelaksanaan makan utama dan pesan simbolisnya. Pada Idulfitri, kamu dianjurkan makan sebelum salat untuk menegaskan berakhirnya puasa Ramadan. Sebaliknya, pada Iduladha, kamu tidak dianjurkan makan sebelum salat (menunda makan) karena momentum makan di hari raya tersebut merupakan bagian dari perayaan setelah ibadah penyembelihan kurban selesai.

Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi di pagi hari sebelum berangkat salat Id? +

Kamu sebaiknya mengonsumsi makanan yang ringan, manis, dan dalam porsi kecil, seperti buah kurma, kue Lebaran ringan, atau teh hangat. Satu butir kurma mengandung sekitar 16 gram gula alami dan serat yang bagus untuk memberi energi instan sekaligus memperlambat penyerapan gula agar kondisi tubuh kamu tetap stabil.

Mengapa kita dilarang mengonsumsi makanan dalam porsi besar (sarapan besar) sebelum salat Id? +

Makan terlalu banyak dalam porsi besar sejak pagi hari berisiko memicu penyakit setelah Lebaran, mulai dari gangguan pencernaan hingga lonjakan gula darah mendadak. Oleh karena itu, porsi makanan sebelum berangkat salat harus tetap dijaga agar kecil karena tujuannya hanya untuk sekadar membuka hari kemenangan, bukan sebagai menu makan utama.


Sumber

[1] Dompet Dhuafa. The Often Forgotten Sunnah of Eid al-Fitr, Let’s Practice It! https://www.dompetdhuafa.org/en/the-often-forgotten-sunnah-of-eid-al-fitr-lets-practice-it/

[2] Sunnah.com. Ajwa Dates. https://sunnah.com/search?q=Ajwa+dates

[3] MWC. Eating Dates in Islam. https://mwcanada.org/eating-dates-in-islam/

[4] Brandeis University. Ramadan. https://www.brandeis.edu/spiritual-life/resources/guide-to-observances/ramadan.html

[5] Islamic Relief Australia. Eid Day: Reviving Its Sunan (How the Prophet (PBUH) Celebrated It). https://islamicrelief.org.au/the-sunan-of-eid-day-reviving-the-traditions-of-prophet-muhammad-pbuh/

[6] NIH. The unexpected truth about dates and hypoglycemia. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4859097/

[7] Bake. Sejarah Mengapa Kue Kering Selalu Hadir Saat Lebaran. https://bake.co.id/sejarah-mengapa-kue-kering-selalu-hadir-saat-lebaran/

Leave a comment

All comments are moderated before being published