Home Story Mengenal Rukun Puasa Ramadan: Muslim Wajib Tahu!

Mengenal Rukun Puasa Ramadan: Muslim Wajib Tahu!

Bulan Ramadan sudah tiba. Itu artinya, sebagai seorang muslim kamu wajib menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Namun, sebelum mulai melaksanakan ibadah tersebut, pastikan kamu memenuhi rukun puasa Ramadan agar semua amalan diterima oleh Allah Swt. 

Selain rukunnya, kamu juga wajib memahami syarat sah puasa. Kedua hal ini sama-sama esensial dalam menjalankan ibadah agar semakin berkah. Berikut adalah penjelasan yang lebih lengkapnya! 

Rukun Puasa

orang yang menuang air ke gelas

Carnivores, tahukah kamu rukun puasa Ramadan ada berapa? Ternyata, hanya ada dua rukun yang wajib kamu lakukan agar bisa mendapatkan semua keutamaan bulan Ramadan, yaitu sebagai berikut! 

1. Niat

Hampir semua ibadah yang kamu lakukan harus berawal dari niat. Pun begitu dengan puasa. Jadi, kamu wajib membaca niat puasa Ramadan di setiap malam sebelum terbit fajar. Hal ini sesuai dengan HR. Bukhari Muslim yang menyatakan bahwa semua amalan akan tergantung pada niat.[1]

Bahkan, menurut HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud, Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa barangsiapa yang tidak niat puasa sebelum fajar maka tidak sah puasanya.[2] Karena itu, jangan lupa membaca niat di malam hari atau sebelum sahur. 

Ada banyak pilihan niat yang bisa kamu baca, entah itu menurut Mazhab Syafi'i atau Imam Malik. Bahkan, beberapa ulama berkata bahwa kamu juga bisa membaca niat puasa dalam bahasa Indonesia jika kesulitan membaca dan menghafal dengan bahasa Arab. 

2. Menahan Hawa Nafsu dari Terbit Fajar hingga Matahari Terbenam 

Setelah selesai membaca niat, hal selanjutnya yang wajib kamu lakukan adalah menahan hawa nafsu, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Hawa nafsu ini termasuk nafsu untuk makan, minum, amarah, dorongan untuk melakukan hal-hal tercela, nafsu biologis, nafsu duniawi, dan lain-lain. 

Hal ini tertera dalam QS. Al-Baqarah ayat 187, yang berbunyi:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”[3]

Namun, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus saja. Kamu juga wajib menahan nafsu-nafsu lainnya dan fokus mendekatkan diri pada sang pencipta. Jika menuruti hawa nafsu, maka puasa kamu akan dianggap batal dan harus diganti dalam bentuk qadha, fidyah, atau keduanya.

Supaya ibadah terasa semakin berkah, kamu juga bisa melaksanakan berbagai sunnah puasa. Fokus pada hal-hal baik dan hindari semua hal batil. Lakukan selama sebulan penuh agar ibadah puasa kamu di bulan Ramadan tidak sia-sia. 

Baca Juga: Apakah Imsak Masih Boleh Makan? Begini Hukum Fiqihnya! 

Syarat Sah Puasa

keluarga muslim sedang makan saat buka puasa

Meskipun kamu sudah memenuhi semua rukunnya, ibadahmu akan terasa sia-sia jika tidak memenuhi syarat wajib puasa. Rukun dan syarat puasa memang terdengar sama, namun keduanya punya makna yang sama sekali berbeda. 

Jika kamu ingin tahu apa perbedaan syarat dan rukun puasa, syarat adalah hal-hal yang perlu kamu penuhi untuk memastikan apakah kamu wajib berpuasa atau tidak. Sedangkan rukun puasa adalah hal-hal yang wajib kamu lakukan agar puasa diterima oleh Allah Swt. 

Bagi kamu yang ingin tahu apa saja syarat puasa, berikut adalah daftar lengkapnya: 

  1. Memeluk agama Islam, sebab puasa adalah salah satu rukun Islam yang wajib kamu lakukan sebagai seorang muslim. 

  2. Tanda baligh sudah terlihat, bagi laki-laki ditandai oleh keluar air mani sedangkan perempuan ditandai oleh menstruasi. 

  3. Berakal, tidak cacat mental, tidak memiliki gangguan kejiwaan (gila), dan tidak mabuk. 

  4. Mampu dan kuat, sehingga orang-orang yang tidak mampu melakukannya seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan musafir bisa membatalkan puasa. Namun, mereka harus menggantinya dengan qadha, fidyah, atau keduanya. 

  5. Tahu bahwa bulan Ramadan sudah tiba, baik dengan sistem kalender atau dengan melihat hilal.

Rekomendasi Menu Buka Puasa

orang yang sedang makan saat berbuka

Jika rukun dan syarat sudah terpenuhi, artinya kamu hanya perlu menunggu waktu berbuka puasa. Ketika waktu tersebut tiba, kamu bisa mulai membatalkan puasa dengan membaca doa buka puasa. Setelah itu, kamu bisa kembali minum dan makan makanan bergizi.

Bagi kamu yang bingung mau makan apa saat buka puasa, berbagai menu Steak Hotel by Holycow bisa jadi pilihannya. Kamu bisa menikmati semua menu pilihan tersebut dengan datang langsung ke TKP terdekat, baik di Jakarta, Depok, Tangerang, Bandung, Pekanbaru, Surabaya, dan Makassar. 

Selain itu, ada juga bisa berbagai pilihan frozen food, daging steak, dan makanan siap saji di Holycow Meatshop yang tidak kalah lezat. Makanannya pun simpel dan easy to eat. Pasalnya, kamu hanya perlu menghangatkannya saja untuk bisa menikmati ragam makanan enak dan berkualitas ala restoran di rumah. 

Jadi, setelah melakukan semua rukun puasa Ramadan dari terbit fajar hingga matahari terbenam, kamu bisa berbuka puasa dengan ditemani oleh Steak Hotel by Holycow. Pastikan kamu memilih Holycow yang asli dari founder Wynda Mardio, agar kamu mendapatkan layanan terbaik.


FAQ

Ada berapa rukun puasa Ramadan yang wajib dipenuhi seorang muslim agar puasanya sah? +

Rukun puasa Ramadan ada 2 hal utama, yaitu:

  • Membaca Niat: Wajib diucapkan di malam hari sebelum terbit fajar (sesuai HR. An-Nasa'i & Abu Dawud).
  • Menahan Hawa Nafsu: Menahan diri dari makan, minum, emosi, hingga nafsu biologis mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam (sesuai QS. Al-Baqarah: 187).
Apa sih bedanya antara rukun puasa dan syarat puasa Ramadan? +

Perbedaannya terletak pada penentu kewajiban dan keabsahan:

  • Syarat Puasa: Kondisi yang wajib dipenuhi untuk menentukan apakah seseorang sudah diwajibkan berpuasa atau belum (misal: beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu).
  • Rukun Puasa: Hal-hal inti yang wajib dilakukan selama pelaksanaan ibadah agar puasa tersebut diterima dan sah di hadapan Allah Swt.
Kalau lupa atau tidak sempat membaca niat sebelum fajar, bagaimana hukum keabsahan puasanya? +

Berdasarkan HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud, Rasulullah saw. menegaskan bahwa barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. Oleh sebab itu, membaca niat di malam hari atau sebelum waktu imsak/subuh merupakan rukun yang mutlak.

Siapa saja kelompok orang yang diperbolehkan tidak berpuasa (membatalkan puasa) berdasarkan syarat mampu? +

Orang-orang yang memiliki keringanan karena tidak mampu/kuat berpuasa meliputi: ibu hamil, ibu menyusui, lansia, orang sakit, serta musafir (orang dalam perjalanan jauh). Namun, mereka wajib menggantinya di lain hari melalui qadha, membayar fidyah, atau kombinasi keduanya.

Apakah niat puasa Ramadan harus selalu diucapkan dalam bahasa Arab? +

Tidak harus. Beberapa ulama menjelaskan bahwa jika seseorang mengalami kesulitan membaca atau menghafal lafal niat dalam bahasa Arab, niat puasa tetap sah diucapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa sehari-hari, selama maksud dan tujuannya jelas di dalam hati untuk berpuasa esok hari.


Sumber

[1] Sunnah.com. Actions are by Intentions. https://sunnah.com/search?q=actions+are+by+intentions

[2] Sunnah.com. Sunan an-Nasa’i, Hadith 2333. https://sunnah.com/nasai:2333

[3] Quran.nu.or.id. Al-Baqarah 187. https://quran.nu.or.id/al-baqarah/187

Leave a comment

All comments are moderated before being published