Home Story Sunah Berbuka Puasa: Adab, Dalil, dan Cara Makan

Sunah Berbuka Puasa: Adab, Dalil, dan Cara Makan

Sunah berbuka puasa sering terdengar sederhana, tapi justru di situlah banyak yang keliru. Banyak orang fokus ke gorengan dan minuman manis, lalu mengantuk saat Magrib. Anda pernah? 

Riset nutrisi menunjukkan makan berlebihan setelah puasa memicu lonjakan gula darah dan insulin, apalagi jika langsung tinggi karbohidrat.[1] Padahal tubuh lebih siap menerima asupan ringan dulu, seperti serat, protein, dan lemak, persis seperti tuntunan sunah. 

Jadi ini bukan hanya soal pahala, tapi cara cerdas membantu tubuh beradaptasi setelah seharian menahan lapar, Carnivores.

Kenapa Sunah Berbuka Puasa Bukan Sekadar Anjuran?

Menuang teh hangat ke gelas

Sunah dalam buka puasa bukan hanya melengkapi, tapi juga cara Rasulullah mengatur transisi tubuh dari lapar ke kenyang secara bertahap. Wajibnya memang “berbuka”, tapi sunah puasa mengajarkan bagaimana Rasulullah berbuka puasa: mulai dari yang ringan dan mudah dicerna, baru masuk ke makanan utama secukupnya. 

Secara fisiologis, ini selaras dengan kondisi tubuh setelah 12-14 jam puasa yang lebih siap menerima porsi kecil dulu agar pencernaan tidak “kaget” dan gula darah tetap stabil.[2] Menariknya, pola bertahap ini mirip konsep staged refeeding dalam nutrisi modern: makan pelan, terkontrol, dan aman.[3] 

Jadi, sunah bukan hanya soal pahala, tapi juga strategi menjaga energi, fokus ibadah, dan kenyamanan tubuh sepanjang malam.

Waktu, Doa, dan Cara Berbuka: Apa Kata Dalil?

Mengambil kurma dari piring kecil

Kalau rukun puasa ramadan menegaskan kapan puasa dimulai dan berakhir, maka dalil sunah berbuka menjelaskan bagaimana cara menutupnya dengan adab yang tepat. 

Al-Qur’an memberi batas waktunya:[4]

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ… ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ  

Wa kulū wasyrabū ḥattā yatabayyana lakum… tsumma atimmūṣ-ṣiyāma ilal-layl (makan-minum sampai jelas fajar, lalu sempurnakan puasa hingga malam). – QS. Al-Baqarah 187.

Lalu hadis memberi caranya:[5]

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Lā yazālu an-nāsu bikhayrin mā ‘ajjalū al-fiṭr (manusia dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka). – HR. Bukhari dan Muslim

Inilah hadis tentang menyegerakan berbuka yaitu segera saat Magrib tiba, bukan menunda-nunda. Nabi saw. juga mencontohkan ruthab (kurma basah), lalu tamr (kurma kering), lalu air putih.[6] Dari dalil ini, bentuk amalan praktisnya jadi jelas.

Baca Juga: Kumpulan Doa Buka Puasa, Lengkap dengan Terjemahannya!

Praktik Sunah Berbuka yang Mudah Diikuti

Segelas smoothies kurma

Apa yang bisa kamu lakukan agar sesuai dengan sunah yang Nabi saw. anjurkan? Begitu azan Magrib terdengar, langsung berbuka, jangan menunggu meja penuh dulu. 

Mulai dari yang paling ringan: berbuka dengan kurma dan air sebagai makanan sunah saat berbuka. Dua atau tiga kurma cukup; seratnya membantu penyerapan glukosa lebih stabil, jadi energi naik tanpa tanpa mengakibatkan energy crash.[7] Lalu baca doa berbuka puasa sesuai sunah, baru salat Magrib.

Kenapa tidak langsung makan besar? Supaya tubuh punya jeda alami sebelum menerima protein dan karbohidrat utama. Setelah itu makan secukupnya, dengan artian, cukup mengenyangkan, bukan membalas lapar. 

Urutan ini membuat energi lebih rata, ibadah malam tetap fokus, dan pencernaan terasa ringan. Praktis, terarah, dan tetap realistis untuk rutinitas harian.

Kebiasaan Populer yang Ternyata Bukan Sunah

Perempuan dengan banyak makanan manis di hadapannya

Sayangnya, tidak semua kebiasaan yang populer benar-benar termasuk sunah. Setelah tahu adab berbuka puasa yang benar, kamu jadi lebih mudah mengenali mana yang hanya kebiasaan.

Misalnya, makan banyak sebagai balas dendam setelah berpuasa seharian. Padahal, sunah justru mengajarkan untuk makan bertahap dan secukupnya. Ada juga yang menunda berbuka tanpa alasan, seolah lebih seolah lebih afdal, padahal hadis menganjurkan segera. 

Langsung makan berat tanpa takjil? Itu justru bikin perut terasa penuh mendadak. Begitu juga minuman yang terlalu manis saat perut kosong. Lonjakan gula darahnya cepat, lalu turun drastis dan membuat tubuh cepat lemas.[8]

Bukan salah menunya, tapi urutannya yang kurang tepat. Saat kamu sudah memperbaiki urutannya, maka energi lebih stabil dan ibadah malam terasa ringan.

Main Course Berkualitas Bikin Energi Lebih Stabil

The Holysteak! 400 grams by Steak Hotel by HOLYCOW!

Setelah kurma dan air, tubuh sebenarnya sedang berada di fase paling siap menerima makanan utama. Pertanyaannya, kamu mau asal kenyang atau benar-benar mengisi energi? Ide makanan untuk buka puasa sebaiknya mengarah ke protein berkualitas dengan porsi cukup, karena membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga stamina hingga malam.

Oleh karena itu, manfaatkan waktu terbaik makan berat saat buka puasa dengan pilihan menu halal yang jelas sumbernya jadi penting. Steak Hotel by HOLYCOW! menghadirkan daging sapi halal berkualitas, dengan porsi mengenyangkan yang pas, serta nyaman untuk buka bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Berbuka terasa lebih terarah dengan urutan yang tepat: ringan di awal, cukup saat makan utama, dan tetap menjaga energi untuk ibadah. Ketika pilihan menu juga halal, berkualitas, dan porsinya pas, momen buka jadi lebih tenang sekaligus hangat. 

Oleh karena itu, melanjutkan kebiasaan baik ini bersama kami di Holycow yang asli, gagasan founder Holycow Wynda Mardio, terasa selaras dengan semangat sunah berbuka puasa.


FAQ

Kapan waktu buka puasa yang benar menurut dalil Al-Qur'an dan hadis? +

Berdasarkan QS. Al-Baqarah: 187, batas puasa adalah hingga malam hari, yaitu ketika waktu Magrib tiba. Kamu sangat dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa begitu azan Magrib berkumandang sesuai dengan Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim. Menunda-nunda waktu berbuka tanpa alasan justru bertentangan dengan sunah Nabi saw.

Bagaimana urutan makanan saat berbuka puasa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw.? +

Rasulullah saw. mencontohkan untuk membatalkan puasa secara bertahap dimulai dari makanan yang ringan. Urutan makanan sunah saat berbuka adalah diawali dengan mengonsumsi ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, kamu bisa menggantinya dengan tamr (kurma kering), dan apabila keduanya tidak tersedia, barulah berbuka dengan air putih karena sifatnya bersih dan mensucikan.

Kenapa tidak boleh langsung makan berat saat buka puasa secara medis? +

Setelah 12–14 jam berpuasa, organ pencernaan membutuhkan transisi yang lembut agar tidak "kaget". Pola makan bertahap ini selaras dengan konsep staged refeeding dalam nutrisi modern. Mengonsumsi 2 atau 3 butir kurma di awal membantu penyerapan glukosa lebih stabil, sehingga energi kamu naik tanpa memicu lonjakan gula darah dramatis (energy crash).

Apa saja kebiasaan salah saat buka puasa yang bukan termasuk sunah? +

Beberapa kebiasaan keliru yang sering dikira sunah adalah makan banyak secara berlebihan sebagai ajang balas dendam, menunda waktu berbuka, langsung makan berat tanpa takjil, serta mengonsumsi minuman yang terlalu manis saat perut kosong. Gula berlebih dari minuman manis justru membuat energi cepat turun drastis dan membuat tubuh kamu cepat lemas atau mengantuk setelah Magrib.

Kapan waktu terbaik makan berat saat buka puasa agar tubuh tidak lemas? +

Waktu terbaik untuk makan hidangan utama (main course) adalah setelah kamu membatalkan puasa dengan takjil ringan (kurma dan air) serta melaksanakan salat Magrib. Pada fase ini, lambung sudah siap menerima makanan padat. Pastikan menu makan utama kamu mengandung protein berkualitas tinggi dan halal (seperti daging sapi) agar membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga stamina ibadah malam.


Sumber

[1] Baylor Scott & White Health. How to get blood sugar levels down quickly: 6 tips to stop blood sugar spikes. https://www.bswhealth.com/blog/6-simple-ways-to-prevent-blood-sugar-spikes-after-meals

[2] Healthline. What Breaks a Fast? Foods, Drinks, and Supplements. https://www.healthline.com/nutrition/what-breaks-a-fast

[3] Acute Center for Eating Disorders & Severe Malnutrition. What to Expect During Refeeding. https://www.acute.org/resources/what-expect-during-refeeding

[4] Quran.com. Tafsir Al-Baqarah 187. https://quran.com/id/sapi-betina/187/tafsirs

[5] Hadits Tazkia. Bab Menyegerakan buka puasa. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/bab/1:1176

[6] Almanhaj. Rasulullah menganjurkan berbuka puasa dengan kurma. https://almanhaj.or.id/2227-rasulullah-menganjurkan-berbuka-puasa-dengan-kurma.html

[7] Healthline. Can People with Diabetes Eat Dates? https://www.healthline.com/nutrition/dates-for-diabetes

[8] Sanford Health. Sugar crash effects and how to fix them. https://news.sanfordhealth.org/healthy-living/sugar-crash-effects/

Leave a comment

All comments are moderated before being published