Home Story Habis Makan Ngantuk? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Habis Makan Ngantuk? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Siapa yang belum pernah merasakan habis makan ngantuk atau food coma? Perut kenyang, mata mendadak berat, dan energi semula ada seakan menguap begitu saja. Kondisi ini paling terasa mengganggu saat muncul setelah makan siang, tepat di saat kamu masih harus menjalani sisa hari dengan kepala jernih. 

Apakah normal? Sebenarnya ini adalah respons biologis yang umum dan tidak selalu perlu dikhawatirkan. Namun, pada kondisi tertentu, hal ini bisa menjadi tanda suatu penyakit. 

Kenapa Habis Makan Ngantuk dan Lemas?

Wanita memakan burger

Sebelum kamu overthinking, yuk kenali dulu apa yang terjadi di dalam tubuhmu dan apa yang menjadi pemicunya!

1. Response Hormonal

Ini adalah kondisi normal, dimana setiap kali selesai makan dan perubahan pada tiga hormon ini akan membuat kamu mengantuk:

  • Tryptophan: Ini adalah penyebab ngantuk setelah makan nasi plus lauk berprotein tinggi. Hormon ini mengikat ketika kamu menggabungkan dua jenis makanan ini dan memicu rasa kantuk di otak.[1]

  • Melatonin: Ikut naik setelah makan, membuat tubuh terasa tenang dan rileks secara alami.

  • CCK: Muncul setelah konsumsi makanan berlemak, hormon ini memperlambat pencernaan hingga tubuh terasa berat dan lesu.

2. Gula Darah Naik

Insulin yang dilepas saat gula darah naik mendorong kalium dalam darah untuk masuk ke dalam sel. Kadar kalium yang turun inilah yang membuat otot lemas dan kantuk menyerang.

3. Pengaruh Ritme Sirkadian

Tubuh punya jam biologis sendiri. Di tengah hari, jam ini memang secara alami menurunkan sinyal kewaspadaan, jadi situasi yang kamu alami ini sudah "terjadwal" dari sananya.

4. Fokus Energi yang Beralih

Setelah makan, aliran darah dan energi besar-besaran dialihkan ke sistem pencernaan. Otak pun “kekurangan jatah" energi sehingga konsentrasi menurun dan kantuk datang.

5. Gangguan Kesehatan

Jika rasa kantuk setelah makan terasa berlebihan, bisa jadi tubuhmu sedang memberi sinyal tentang kondisi kesehatan. Jadi, setelah makan ngantuk gejala apa? 

Bisa jadi karena:

  • Diabetes tipe 2: Apakah mengantuk setelah makan adalah gejala diabetes? Bisa jadi  karena kadar gula darah yang tidak stabil membuat tubuh mudah lelah, terutama setelah makan.

  • Kelebihan berat badan dan obesitas: Tubuh bekerja ekstra untuk mencerna makanan.

  • Sindrom metabolik: Gangguan pada metabolisme tubuh membuat proses pengolahan energi dari makanan menjadi tidak efisien.

Apakah Habis Makan Ngantuk Itu Normal?

Wanita tertidur setelah makan

Sangat normal dan wajar, terutama kalau ini hanya muncul sesekali. Misalnya, setelah kamu menghabiskan sepiring besar nasi padang dan segelas teh manis.

Tapi mulai waspada kalau kantukmu datang bersama "teman-temannya", seperti pusing, tubuh gemetar, atau keringat dingin yang tiba-tiba. Kombinasi gejala ini bisa jadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu kamu cek lebih lanjut.

Jenis Makanan yang Bisa Membuat Cepat Ngantuk

Gorengan

Tidak mau momen produktifmu terganggu? Ada baiknya kurangi pilihan-pilihan ini:

1. Penuh Lemak

Gorengan, makanan bersantan, atau kue-kuean dengan butter atau mentega. Kalorinya besar sehingga membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya.

2. Tinggi Karbohidrat

Roti putih, mi instan, dan nasi putih. Makanan ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang dramatis.

Baca Juga: Mengenal Karbohidrat dan Peran Pentingnya untuk Tubuh

3. Ultra-Processed Foods

Nugget, sosis, dan snack kemasan. Makanan-makanan ini tidak terasa mengenyangkan, tapi tinggi kalori. 

4. Makanan Kaya Tryptophan

Telur, ayam, ikan, keju, pisang, dan susu. Tryptophan akan berubah menjadi serotonin dan membuat tubuh lebih rileks hingga mengantuk. 

Cara Mengatasi Rasa Ngantuk setelah Makan

langkah kaki

Hindari rebahan setelah makan. Cobalah jalan santai 10-30 menit untuk memperlancar aliran darah dan mempercepat proses pencernaan.[2] Atau, minum kopi atau teh hijau secukupnya. Kafein akan membantu mempertahankan kewaspadaan. 

Baca Juga: 10 Olahraga yang Paling Banyak Membakar Kalori untuk Menurunkan Berat Badan

Tips Memilih Menu Makan agar Tidak Mudah Ngantuk

Satu porsi makanan

Apa yang kamu taruh di piring punya dampak langsung pada tingkat energi dan fokus kamu di jam-jam berikutnya, Carnivores. 

Jadi lakukan ini:

1. Tukar Karbohidrat Sederhana dengan yang Lebih Kompleks

Ganti karbomu dengan nasi merah, kentang, jagung, atau ubi. Makanan ini lebih lama melepas gula dan membuat energi lebih stabil sepanjang hari.

2. Hindari Makanan Berlemak dan Manis

Makanlah tanpa tambahan gorengan dan tanpa minuman yang terlalu manis. Kurangi juga makan dessert yang buttery dan manis.

3. Pastikan Komposisi Makan yang Seimbang

Isi setengah piringmu dengan sayuran yang tidak mengandung pati, lalu bagi sisanya antara protein rendah lemak dan karbohidrat. 

4. Kendalikan Porsi Makan

Jangan makan terlalu banyak. Kalau kamu terbiasa makan dalam porsi besar, coba bagi jadi porsi lebih kecil tapi lebih sering. Tubuh akan bekerja lebih ringan dan kamu pun tetap bertenaga.

Carnivores, kunci untuk keluar dari lingkaran habis makan ngantuk ada di tanganmu sendiri. Alih-alih makan yang sembarangan, coba steak dari Steak Hotel by Holycow. Satu hidangan sudah lengkap dengan protein, karbohidrat kompleks, dan sayuran. 

Semua menu dijamin berkualitas dengan rasa yang menggoyang lidah khas, sesuai standar Wynda Mardio, founder Holycow yang asli. Temukan gerai terdekat dan santap makan siang atau malammu dengan lebih memuaskan!


FAQ

Apa saja perubahan hormon di dalam tubuh yang memicu rasa ngantuk setelah makan? +

Kondisi biologis ini dipengaruhi oleh fluktuasi tiga hormon utama: Tryptophan (asam amino dari gabungan nasi dan lauk berprotein tinggi yang memicu kantuk di otak), Melatonin (hormon yang ikut naik untuk membuat tubuh terasa tenang dan rileks), serta hormon CCK (yang muncul setelah konsumsi makanan berlemak untuk memperlambat pencernaan).

Mengantuk setelah makan merupakan gejala indikasi penyakit apa saja? +

Jika rasa kantuk setelah makan terasa sangat berlebihan dan konstan, hal tersebut bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan seperti diabetes tipe 2 (akibat kadar gula darah yang tidak stabil), sindrom metabolik (proses pengolahan energi tidak efisien), serta kondisi kelebihan berat badan atau obesitas yang membuat tubuh harus bekerja ekstra keras untuk mencerna makanan.

Jenis makanan apa saja yang harus dikurangi agar tidak terkena food coma di siang hari? +

Kamu sebaiknya mengurangi konsumsi kelompok makanan penuh lemak (gorengan, makanan bersantan, hidangan buttery), makanan tinggi karbohidrat sederhana (nasi putih, mi instan, roti putih) yang memicu lonjakan gula darah, makanan olahan ultra-processed foods (sosis, nugget), serta bahan makanan yang kaya akan kandungan asam amino tryptophan seperti susu dan keju.

Bagaimana cara mengatasi rasa ngantuk setelah makan secara instan tanpa perlu rebahan? +

Langkah instan yang wajib kamu lakukan adalah menghindari rebahan, lalu cobalah untuk melakukan jalan santai selama 10–30 menit guna memperlancar aliran darah serta mempercepat proses pencernaan makanan. Pilihan alternatif lainnya, kamu bisa meminum kopi atau teh hijau secukupnya karena kandungan kafein di dalamnya efektif membantu mempertahankan kewaspadaan otak.

Bagaimana tips mengatur komposisi piring makan agar energi tetap stabil sepanjang hari? +

Langkah terbaiknya adalah mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, kentang, jagung, atau ubi) karena lebih lama melepas gula. Selanjutnya, isi setengah piring kamu dengan sayuran non-pati, dan bagi porsi sisanya secara seimbang antara protein rendah lemak dan karbohidrat, serta kendalikan porsi makan agar tidak berlebihan.


Sumber

[1] East African Scholars Journal of Medical Sciences. Postprandial somnolence: A comprehensive analysis of the food coma phenomenon. https://www.easpublisher.com/get-articles/5168

[2] Healthline. Walking After Eating: Benefits, Downsides, and Tips to Get Started. https://www.healthline.com/nutrition/walking-after-eating

Leave a comment

All comments are moderated before being published