Home Story Waspadai Ciri-Ciri Anemia, Anak hingga Dewasa Bisa Kena!

Waspadai Ciri-Ciri Anemia, Anak hingga Dewasa Bisa Kena!

Sering kali anemia luput dari diagnosis karena gejalanya tidak spesifik. Dari kelelahan hingga sesak napas, ciri-ciri anemia bisa sangat bervariasi dan penting untuk kamu kenali sejak dini. Dengan deteksi dini, kamu pun bisa mengambil tindakan penanganan yang tepat sesuai dengan gejalanya, Carnivores.

Sekilas tentang Anemia

Ilustrasi 3D sel darah merah beredar

Menurut standar World Health Organization (WHO), anemia terjadi jika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari nilai normal.

Berikut standar yang ditetapkan berdasarkan usia dan jenis kelamin tertentu:[1]

  • Pria dewasa (usia di atas 15 tahun): <13 g/dL

  • Wanita dewasa tidak hamil (usia di atas 15 tahun): <12 g/dL

  • Anak-anak (6-59 bulan): <11 g/dL

  • Ibu hamil trimester pertama: <11 g/dL

Selanjutnya, anemia dikategorikan menurut tingkat keparahannya berdasarkan seberapa rendah kadar hemoglobin tersebut, dari yang ringan sampai yang berat.

Di sisi lain, cukup lazim terjadi kebingungan antara anemia dan hipotensi (darah rendah). Salah satu penyebabnya adalah bahwa gejala awal keduanya sangat mirip. 

Selain itu, ada juga anggapan keliru bahwa anemia berarti jumlah darah dalam tubuh berkurang. Akibatnya, banyak orang menganggap anemia sama dengan hipotensi.

Padahal, jelas bahwa penyebab anemia adalah gangguan pada komponen darah (hemoglobin), sedangkan hipotensi adalah masalah pada tekanan darah di dalam pembuluh darah. Ini yang menjadi pembeda yang tegas dari hipotensi.

Jadi, bukan mustahil tekanan darah normal, tapi kamu mengalami anemia berat, atau sebaliknya, Carnivores.

Baca Juga: Makanan untuk Darah Rendah: Nutrisi yang Sering Terlewat

Ciri-Ciri Umum Anemia

Wanita memegangi hidung sambil duduk di sofa dengan ponsel

Ciri-ciri orang yang menderita anemia umumnya merasakan:

  • Lelah

  • Lemah

  • Napas terasa pendek atau berat (lebih-lebih lagi ketika melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau menaiki tangga)

  • Pucat pada wajah, kelopak mata bagian bawah, dan dasar kuku

  • Detak jantung terasa lebih cepat atau tidak beraturan

  • Pusing atau sakit kepala

  • Tangan dan kaki terasa dingin

Meski begitu, gejala-gejala tadi tidak selalu terasa. Umumnya juga tidak spesifik, maksudnya bisa saja disebabkan oleh penyakit lain. 

Selain itu, ciri-ciri anemia ringan hingga sedang bisa saja tidak menimbulkan keluhan apa pun dan baru terdeteksi melalui tes laboratorium. Karena itu, kondisi ini kerap tidak terobati dengan baik, padahal hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh.

Itu sebabnya, penting untuk tahu cara mencegah anemia daripada menunggu sampai terlambat, Carnivores.

Ciri-Ciri yang Sering Tidak Disadari

Tangan memeriksa ujung rambut yang kering dan rusak

Anemia yang berlangsung lambat memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan penurunan kadar hemoglobin. Dampaknya, gejala yang dirasakan pun menjadi samar.

Ironisnya, lebih dari setengah penderita anemia (khususnya akibat kekurangan zat besi) justru merasa sehat secara fisik.[2] Tak heran bila anemia sering dianggap lelah biasa, Carnivores.

Ini gejala-gejala yang sering luput dari perhatian sebagai ciri anemia:

1. Gejala Nonspesifik

Letih dan lesu yang tak kunjung reda, serta kesulitan berkonsentrasi, biasa disalahartikan sebagai akibat stres pekerjaan atau gaya hidup tidak sehat. Sayangnya, tanda-tanda ini sering terlewat oleh penderita maupun dokter, lho.[3]

2. Gejala pada Kelompok Rentan

Sementara itu, studi menyebutkan bahwa 40% anak perempuan usia 12-21 tahun mengalami defisiensi zat besi, dan 6% di antaranya sudah mencapai tahap anemia.[4] Namun, lantaran gejala seperti capek-capek dan sulit fokus yang umumnya dianggap wajar pada masa remaja, kondisi ini terabaikan.

3. Kekurangan Zat Besi Tanpa Anemia

Terakhir, ada pula kondisi bernama defisiensi zat besi tanpa anemia, yaitu ketika simpanan zat besi rendah, namun kadar hemoglobin masih dalam kisaran normal.

Gejala-gejala seperti letih, rambut rontok, dan depresi sudah terasa, tetapi tidak terdeteksi karena tes darah pada umumnya tidak mengukur kadar zat besi. Kondisi ini ternyata dua kali lebih sering terjadi daripada anemia defisiensi zat besi yang terdiagnosis.[5]

Baca Juga: 10 Makanan dengan Kandungan Zat Besi Tinggi Terbaik untuk Tubuh

Ciri-Ciri Anemia Sudah Parah

Wanita di tempat tidur memegangi dada dengan ekspresi kesakitan

Adapun gejala-gejala anemia yang membutuhkan penanganan darurat terbagi dalam dua jenis:

1. Gejala Anemia Berat

Kalau anemia sudah memasuki tahap parah, tubuh tak lagi sanggup beradaptasi dengan penurunan kadar hemoglobin. Akibatnya, timbul gejala yang menandakan bahwa organ vital mulai kekurangan oksigen. Ini berisiko menyebabkan syok hipovolemik atau gagal jantung akibat anemia.[6]

Gejala-gejala yang perlu kamu waspadai dalam jenis ini yaitu:

  • Nyeri dada

  • Sulit bernapas walau sedang beristirahat atau sesak napas yang muncul tiba-tiba

  • Jantung berdebar kencang atau terasa seperti berdetak tidak beraturan

  • Hampir pingsan atau pingsan

  • Tekanan darah turun drastis, disertai kulit dingin dan lembap

  • Mendadak linglung dan sulit berkonsentrasi

2. Gejala Peringatan

Bukan cuma gejala-gejala tadi, ada juga beberapa alarm yang menandakan anemia berasal dari penyakit serius dan perlu mendapat penanganan segera dari dokter spesialis:

  • Perdarahan, seperti muntah darah, buang air besar berwarna kehitaman, atau buang air besar berdarah segar

  • Menstruasi berat

  • Berat badan turun drastis

  • Nyeri perut atau punggung yang hebat

  • Munculnya memar tanpa sebab

  • Sulit bernapas dan sesak napas

Berdasarkan data, tingkat kematian meningkat tajam seiring dengan penurunan kadar hemoglobin. Untuk pasien dengan hemoglobin <5 g/dL, risiko kematian dalam 30 hari mencapai 34%.[7]

Di sisi lain, kadar hemoglobin <7 g/dL pada pasien dengan kondisi parah sudah menjadi indikasi untuk transfusi darah karena risiko komplikasinya besar.

Berikut ringkasan ciri-ciri di atas:

Kategori

Ciri-Ciri

Umum

Lelah

Lemah

Sesak napas

Wajah, kelopak mata, dan kuku pucat

Jantung berdebar

Pusing dan sakit kepala

Tangan dan kaki dingin

Jarang Disadari

Lelah terus-menerus

Mudah cemas

Rambut rontok

Kuku rapuh dan mudah patah

Konsentrasi menurun

Parah

Nyeri dada

Sesak napas parah

Detak jantung tak beraturan

Hampir pingsan atau pingsan

Tekanan darah turun drastis

Linglung

Perdarahan aktif

Berat badan turun drastis

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Anemia?

Anak perempuan menutupi mulut sambil memeluk boneka beruang

Setidaknya ada tiga kelompok yang paling berisiko terkena anemia. 

Cek apakah kamu masuk ke dalam salah satunya, Carnivores:

Ibu Hamil dan Wanita Usia Subur

Lebih dari sepertiga populasi ibu hamil menderita anemia.[8] Penyebabnya adalah kebutuhan zat besi yang lebih tinggi selama kehamilan dan perdarahan akibat siklus menstruasi sebelumnya.

Anak-Anak

Anak balita (0-5 tahun) mudah mengalami anemia karena pertumbuhan yang cepat membutuhkan banyak zat besi. Angka kejadian anemia pada kelompok ini dapat mencapai 23%.[9]

Lansia

Risiko anemia meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor pemicunya antara lain penyakit kronis dan kurangnya asupan nutrisi yang lazim terjadi pada lansia (65 tahun ke atas).

Langkah Awal jika Menemukan Ciri Anemia

Tangan memotong steak dengan sayuran panggang di atas papan kayu

Meski bikin ngeri, jangan gentar setelah membaca penjelasan tadi, ya, Carnivores. Sebaliknya, jadikan ini sebagai pengingat bahwa kamu tidak boleh menunggu sampai kondisinya memburuk baru mencari-cari obat anemia.

Kalau kamu mulai merasakan gejala-gejalanya, makan daging merah seperti daging sapi adalah tindakan pertama yang paling tepat secara ilmiah. Dari sekian banyak kandungan gizi daging sapi, zat besi heme di dalamnya adalah yang paling langsung dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

Kalau bicara soal manfaat daging sapi, cara paling praktis dan ekonomis untuk mengonsumsinya adalah dengan menyantap steak premium dari Holycow yang asli. Founder Holycow, Wynda Mardio, berkomitmen untuk menyajikan steak dengan mutu terbaik.

Enak? Pasti! Bermanfaat sebagai sumber protein dan zat besi heme? Apalagi!

Tidak perlu ribet mengolah sendiri. Segera kunjungi outlet Holycow terdekat dan nikmati steak bernutrisi tinggi, meski ciri-ciri anemia belum kamu rasakan, Carnivores!


FAQ

Apa bedanya anemia sama darah rendah (hipotensi)? Soalnya sering dikira sama. +

Keduanya memiliki penyebab dasar yang sangat berbeda, Carnivores. Anemia adalah gangguan pada komponen darah, yaitu kurangnya kadar hemoglobin (Hb) di dalam sel darah merah. Sementara darah rendah (hipotensi) adalah masalah pada tekanan darah di dalam pembuluh darahmu. Jadi, bukan mustahil seseorang memiliki tekanan darah normal, tetapi sebenarnya mengidap anemia berat.

Berapa sih standar nilai normal kadar Hb (hemoglobin) menurut WHO untuk pria, wanita, dan balita? +

Seseorang dikatakan mengalami anemia jika kadar hemoglobin (Hb) miliknya berada di bawah standar World Health Organization (WHO) berikut:

  • Pria Dewasa (>15 tahun): <13 g/dL
  • Wanita Dewasa Tidak Hamil (>15 tahun): <12 g/dL
  • Anak-anak/Balita (6–59 bulan) & Ibu Hamil Trimester 1: <11 g/dL
Mengapa orang yang kekurangan zat besi bisa tetap merasa sehat secara fisik? +

Jika proses anemia berlangsung lambat, tubuh akan melakukan adaptasi alami terhadap penurunan kadar hemoglobin. Kondisi ini membuat gejalanya menjadi sangat samar sehingga lebih dari setengah penderita anemia justru merasa sehat secara fisik dan hanya menganggap letih lesu yang mereka rasakan sebagai lelah biasa akibat stres atau gaya hidup.

Apa yang dimaksud dengan kondisi defisiensi zat besi tanpa anemia? +

Ini adalah kondisi medis ketika simpanan cadangan zat besi di tubuh sudah sangat rendah, tetapi kadar hemoglobin (Hb) saat dites masih terlihat normal. Gejala luar yang sering dikeluhkan meliputi rambut rontok, lelah terus-menerus, mudah cemas, kuku rapuh, dan depresi. Kondisi tersembunyi ini ternyata dua kali lebih sering terjadi dibandingkan kasus anemia yang terdiagnosis.

Kapan kadar Hb yang rendah dinilai sudah sangat parah dan berbahaya sampai harus ditransfusi darah? +

Kondisi kritis terjadi jika kadar hemoglobin sudah berada di bawah 7 g/dL, yang menjadi indikasi kuat pasien harus segera mendapatkan transfusi darah demi menghindari komplikasi organ vital. Jika kadar Hb dibiarkan merosot ekstrem hingga di bawah 5 g/dL, risiko kematian dalam 30 hari akan melonjak tajam hingga mencapai 34%.

Apa saja tanda bahaya atau gejala darurat kaitan anemia yang mengharuskan kita segera ke dokter? +

Segera cari pertolongan medis jika anemia disertai gejala peringatan penyakit serius seperti: adanya perdarahan aktif (muntah darah, buang air besar berdarah segar atau kehitaman), nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, mendadak linglung, pingsan, memar-memar di tubuh tanpa sebab yang jelas, serta berat badan yang turun secara drastis.


Sumber

[1] World Health Organization. Anaemia. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/anaemia

[2] Frontiers in Nutrition. Ironically unwell: anaemia and iron deficiency among health-aware adults in the UK. https://www.frontiersin.org/journals/nutrition/articles/10.3389/fnut.2025.1679989/full

[3] Harvard Health Publishing. Are you missing the subtle signs of anemia? https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/are-you-missing-the-subtle-signs-of-anemia

[4] JAMA. Prevalence of Iron Deficiency and Iron-Deficiency Anemia in US Females Aged 12-21 Years, 2003-2020. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2806540

[5] The American Journal of the Medical Sciences (Ovid). Recognizing the silent burden: a quality improvement project on iron deficiency without anemia. https://www.ovid.com/journals/ajmeds/abstract/10.1016/j.amjms.2025.12.700~recognizing-the-silent-burden-a-quality-improvement-project

[6] National Library of Medicine (StatPearls). Acute Anemia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537232/

[7] National Library of Medicine (EJCRIM). Surviving Extreme Anaemia. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8046282/

[8] BMC Pregnancy and Childbirth. Modifiable risk factors for anemia in pregnancy: an umbrella review of systematic reviews and meta-analyses. https://link.springer.com/article/10.1186/s12884-025-08531-x

[9] National Library of Medicine (WHO Guidelines). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK602185/

Leave a comment

All comments are moderated before being published