Kalori Daging Sapi per 100 Gram, Bagian Mana yang Paling Rendah dan Paling Tinggi?
Menyusun menu harian yang seimbang sebaiknya dimulai dari mengenali karakter bahan makanan yang kita makan, seperti menghitung kalori daging sapi yang cukup banyak digunakan sebagai sumber protein.
Apalagi kalau kamu yang sedang menjalani program diet, menjaga berat badan, atau ingin menambah massa otot, Carnivores. Dengan informasi kalori daging sapi yang jelas, kamu bisa mengatur asupan dengan lebih tepat dan terukur.
Lalu berapa kalori dalam 1 potong daging sapi? Setiap potongan punya jumlah yang berbeda. Cek ulasan berikut untuk menemukan jawabannya!
Kalori Daging Sapi

Berapa kalori 100 gram daging? Untuk ukuran ini, daging mentah memiliki 288 kalori. Tapi angka ini bukan harga mati, melainkan titik tengah yang bisa bergeser tergantung pada persentase lemak dari produk yang kamu beli.
Kadar lemak daging sendiri dipengaruhi banyak faktor, dari usia, jenis kelamin, hingga pakannya. Sapi yang dibesarkan dengan rumput, menghasilkan daging dengan lemak yang jauh lebih rendah dari sapi yang diberi makan biji-bijian.[1]
Baca Juga: Daftar Lengkap 7 Kandungan Gizi Daging Sapi dan Manfaatnya
Kalori Daging Sapi Berdasarkan Bagian

Tidak semua potongan setara. Perbedaan letak otot mempengaruhi komposisi lemak yang akhirnya berdampak juga pada jumlah kalori, Carnivores.
Berikut jumlah kalori per potongan yang diambil dari data Departemen Pertanian Amerika dengan kondisi lemak luar sudah dipotong sejauh ⅛ hingga 0 persen: [2]
1. Tenderloin: 246 Kalori
Bagian yang nyaris tidak pernah bekerja keras ini menjadi yang paling lembut, sekaligus salah satu yang paling berlemak di antara potongan premium lainnya. Kandungan lemaknya sekitar 18 gram, dengan protein 20 gram per 100 gram.
2. Sirloin: 189 Kalori
Sirloin memang identik dengan pinggiran lemak, tapi lemak intramuskular di dalam dagingnya justru lebih sedikit daripada tenderloin. Dengan 10 gram lemak dan 21 gram protein, potongan ini jadi opsi yang ramah kalori tanpa harus mengorbankan rasa.
3. Chuck (Potongan Bahu): 182 Kalori
Area bahu yang aktif bergerak menghasilkan daging yang lebih padat serat, tapi lemaknya tetap lumayan, yakni sekitar 19 gram. Cocok untuk masakan seperti semur atau rendang.
4. Flank (Potongan Perut): 165 Kalori
Flank punya profil yang cukup menarik, dagingnya tipis, seratnya panjang, dan lemaknya minim. Dari total 165 kalori, kalori daging sapi tanpa lemaknya adalah 90 kalori yang berasal dari protein murni. Cocok untuk kamu yang sedang ketat mengontrol asupan lemak harian.
5. Round (Paha Belakang): 150 Kalori
Paling banyak bergerak, paling sedikit lemak. Round mencatatkan kalori terendah di daftar ini dengan lemak 8 gram dan protein 20 gram. Kalau tujuan Carnivores adalah asupan protein tinggi dengan kalori minimal, ini jawabannya.
Baca Juga: 10 Olahraga yang Paling Banyak Membakar Kalori untuk Menurunkan Berat Badan
6. Rib (Rusuk): 246 Kalori
Dari 246 kalori, sekitar 156 di antaranya datang dari lemak, dengan total 17 gram lemak dan protein 18 gram.
Angka ini memang kurang bersahabat untuk diet ketat, tapi justru di situlah kelebihannya. Kandungan lemak yang tinggi membuat bagian rusuk menjadi pilihan sempurna untuk sup iga, rawon, hingga BBQ yang kaya rasa dan menggugah selera.
7. Loin (Pinggang): 174 Kalori
Berada di posisi strategis antara tenderloin dan sirloin, loin menawarkan 10 gram lemak dan 21 gram protein. Pilihan yang cocok untuk daging tumisan.
8. Brisket (Dada Bawah): 165 Kalori
Menyimpan 10 gram lemak dan 20 gram protein per 100 gram. Teksturnya berserat dan kaya kolagen sehingga ideal untuk hidangan seperti rawon dan soto.
Tabel Perbandingan Kalori Daging Sapi
|
No |
Bagian Daging |
Kalori/100gr |
|
1 |
Round (Paha Belakang) |
150 |
|
2 |
Flank (Perut) |
165 |
|
3 |
Brisket (Dada Bawah) |
165 |
|
4 |
Loin (Pinggang) |
174 |
|
5 |
Chuck (Bahu) |
182 |
|
6 |
Sirloin (Has Luar) |
189 |
|
7 |
Rib (Rusuk) |
246 |
|
8 |
Tenderloin (Has Dalam) |
246 |
Faktor-Faktor yang Membuat Kalori Daging Sapi Bertambah

Selain lemak pada potongan, ada beberapa faktor yang berkontribusi pada peningkatan kalori, antara lain:
1. Minyak yang Masuk ke Daging
Kalori daging sapi rebus per 100 gram adalah 88 kalori. Nilainya jauh lebih rendah karena merebus akan melepaskan dan mengurangi lemak di daging. Sementara itu, menggoreng justru akan memasukkan minyak ke dalam daging sehingga kalorinya bertambah.
2. Penambahan Santan
Kalori daging sapi rendang bisa mencapai 487 per 200 gram, nilainya lebih besar dari daging panggang biasa. Alasannya, lemak jenuh dari santan akan meresap ke dalam daging dan menjadi bagian dari setiap suapan.
Baca juga: 15 Makanan Rendah Lemak Sehat dan Lezat untuk Diet Kamu
3. Saus dan Marinasi yang Penuh Gula
Saus BBQ, kecap manis, juga saus teriyaki, semuanya seperti bumbu biasa, tapi di baliknya ada gula dan sodium yang tidak sedikit. Marinasi semalam dan bahan-bahan ini akan menambah puluhan kalori ekstra sebelum daging bahkan menyentuh panggangan.
Daging sapi memang tergolong makanan tinggi kalori, tapi bukan berarti kamu harus menjauhinya atau menolak dinner beef steak karena takut makan malam bikin gemuk. Justru sebaliknya, dengan pengetahuan ini, kamu bisa menikmatinya dengan lebih bijak dan tetap nikmat, Carnivores.
Kalau kamu ingin makan steak dengan kalori daging sapi yang sudah terkontrol dan sesuai kebutuhan kalori harianmu, Steak Hotel by Holycow bisa jadi pilihannya.
Holycow yang asli ini, yang didirikan oleh Wynda Mardio, menyediakan berbagai pilihan potongan daging yang bisa kamu pilih. Nikmat tetap terjaga, tujuan diet pun tidak terganggu. Kunjungi gerai terdekat dan buktikan sendiri.
FAQ
Leave a comment
