Waspadai Gejala Kekurangan Kalium, Begini Cara Alami Mengatasinya
Cukup sering terjadi, tapi cukup sering juga luput dari perhatian. Itulah hipokalemia, yang berarti kekurangan kalium. Kalium adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Elektrolit ini berperan dalam kerja saraf, gerakan otot, kestabilan detak jantung, pengangkutan zat gizi ke sel, serta pembuangan sisa metabolisme. Maka dari itu, jika kebutuhan kalium tidak terpenuhi, risiko otot lemah, penyakit jantung, gagal ginjal, dan malnutrisi dapat mengintai.[1]
Apa Saja Ciri-Ciri Kurang Kalium?

Pada kondisi hipokalemia yang masih ringan, gejalanya sering kali tidak terasa. Tapi ketika kadar kalium makin merosot, apalagi sampai di bawah 3,0 mEq/L, gejala-gejalanya baru mulai terasa.
Ciri-cirinya bisa berupa:
-
Otot lemas,
-
Kram (terutama di betis),
-
Rasa lelah berlebihan,
-
Susah BAB,
-
Detak jantung terasa berdebar atau tidak beraturan,
-
Kelumpuhan sesaat, dan
-
Sesak napas.
Sebagai catatan, berat-ringannya gejala tidak selalu mencerminkan kadar kalium itu sendiri. Jadi, penurunan kalium yang terjadi secara tiba-tiba (walau angkanya masih berada di atas ambang batas rendah), bisa saja memicu keluhan-keluhan tadi.
Lantas, apa penyebab kekurangan kalium? Hipokalemia sendiri bisa dipicu oleh salah satu dari tiga faktor berikut:
-
Kehilangan kalium berlebihan dari tubuh, misalnya akibat muntah, diare, penyalahgunaan pencahar, atau gangguan pencernaan tertentu.
-
Kurangnya asupan kalium akibat gizi buruk atau pola makan yang sangat terbatas.
-
Perpindahan kalium dari aliran darah ke dalam sel, yang bisa disebabkan oleh insulin, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kelainan metabolik.
Apakah Kekurangan Kalium Bisa Sembuh?

Mengingat risiko yang bisa ditimbulkan, hipokalemia sebaiknya tidak kamu sepelekan, Carnivores.
Meski begitu, kamu tidak perlu terlalu panik jika baru curiga mengalaminya. Untungnya, hipokalemia bisa sembuh dengan meningkatkan asupan kalium harian. Idealnya, kamu perlu mengonsumsi sekitar 2.300–3.400 mg kalium per hari dari makanan.[2]
Hanya saja, cara ini baru efektif jika penyebab rendahnya kalium adalah kurangnya asupan, dan bukan karena faktor lain.
Misalnya, kalau kamu jarang makan karena tidak berselera atau sedang menjalani diet ketat, memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung kalium dapat membantu meningkatkan kadar elektrolit ini dalam tubuh.
Sebaliknya, jika tubuh mengeluarkan kalium secara paksa (misalnya karena diare berat, muntah terus-menerus, konsumsi pencahar, atau kelainan ginjal dan hormon), maka mengonsumsi makanan tinggi kalium saja belum cukup untuk mengganti jumlah kalium yang hilang.
Dalam kasus seperti ini, kamu perlu mengobati penyebab utamanya, lalu mempertimbangkan suplemen tambahan jika dokter menyarankannya.
Cara Mengobati Kekurangan Kalium secara Alami

Kalau sudah yakin penyebab hipokalemia yang kamu alami adalah akibat kurangnya asupan kalium, langkah awal yang harus kamu ambil adalah mengatur pola makan yang sesuai.
Maka, kekurangan kalium makan apa supaya kebutuhan harian yang tinggi tadi terpenuhi? Ini dia daftar makanan kaya kalium yang bisa kamu jadikan acuan sehari-hari, Carnivores.
|
Makanan |
Anjuran Porsi |
Estimasi Kadar Kalium |
|
Kentang |
1 buah (ukuran sedang) |
610 mg |
|
Ubi jalar |
1 buah (ukuran sedang) |
540 mg |
|
Kacang merah |
1 cangkir (dimasak) |
600 mg |
|
Alpukat |
1 buah (ukuran sedang) |
700 mg |
|
Pisang raja |
1 buah (ukuran sedang) |
420 mg |
|
Tomat |
1 buah (ukuran sedang) |
290 mg |
|
Bayam |
2 cangkir (mentah) |
330 mg |
|
Brokoli |
½ cangkir (dimasak) |
230 mg |
|
Susu |
1 gelas |
370 mg |
|
Yogurt |
1 porsi |
240–330 mg |
|
Daging ayam |
85 g (dimasak) |
330 mg |
|
Salmon |
85 g (dimasak) |
330 mg |
|
Telur |
1 butir (ukuran besar) |
70 mg |
|
Daging sapi sirloin |
85 g (dimasak) |
315 mg |
Sebagai catatan, kamu tidak harus mengonsumsi semua jenis makanan di atas dalam sehari! Lebih baik bergantian saja memilihnya. Triknya, selipkan beberapa makanan tinggi kalium dari daftar tadi ke dalam menu yang biasa kamu makan setiap hari.
Di samping itu, perlu diingat juga bahwa asupan kalium dari makanan biasanya aman dikonsumsi dalam jumlah tinggi, asalkan ginjal dalam kondisi sehat dan berfungsi dengan normal.
Tapi, bila kamu punya penyakit ginjal, gangguan hormon, atau sedang muntah-muntah dan diare, konsumsi kalium dalam porsi normal pun justru bisa memicu hiperkalemia alias kadar kalium berlebih.[3]
Jadi, terapkan pola makan ini dengan saksama, Carnivores. Atau lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter sebelum kamu mencobanya, ya!
Rekomendasi Menu untuk Penuhi Asupan Kalium Harian

Mencari varian menu harian? Makan pisang atau ubi jalar memang praktis, tetapi ada alternatif lain yang tak kalah bernutrisi, kok!
Kandungan gizi sapi juga mencakup kalium, ingat? Selain itu, daging sapi menawarkan cita rasa yang kaya, apalagi jika kamu menyandingkannya dengan kentang dan sayuran yang juga tinggi kalium. Dengan begitu, hidangan sehat ini pun menjadi lebih bernutrisi dan lebih mengenyangkan.
Lalu, bagaimana cara menaikkan kalium dengan enak? Langsung saja ke HOLYCOW!, karena di sana kamu bisa menikmati steak premium yang lezat hasil racikan founder HOLYCOW!, Wynda Mardio, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan kalium harianmu.
Dengan menyantap menu HOLYCOW! yang asli, kamu akan merasakan manfaat daging sapi sepenuhnya, termasuk mencukupi kebutuhan kalium dan berbagai gizi penting lainnya, serta tidak ketinggalan menikmati cita rasa steak premium.
Karena itu, yuk langsung saja datang ke Steak Hotel by HOLYCOW! terdekat, nikmati steak-nya dan penuhi kebutuhan gizi harianmu dengan seimbang untuk mencegah kekurangan kalium!
FAQ
Leave a comment
