Home Story Kekurangan Magnesium: Dampak, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kekurangan Magnesium: Dampak, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Meski termasuk mineral dan elektrolit esensial, magnesium masih dipandang sebelah mata, yaitu sebatas zat pelemas otot. Padahal, perannya termasuk menunjang fungsi sel dan sinyal saraf-otot. Dengan kata lain, kekurangan magnesium atau hipomagnesemia dapat memengaruhi fungsi otot, sistem saraf, dan metabolisme.

Apa yang Terjadi jika Kekurangan Magnesium?

Pria kantoran meregangkan badan lelah di kursi kerjanya

Ini dia beberapa akibat kekurangan magnesium yang sebaiknya kamu ketahui, Carnivores:

1. Terganggunya Keseimbangan Elektrolit Tubuh

Dalam tubuh, magnesium bekerja sama dengan kalium dan kalsium. Keduanya adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, dengan tugas mengatur sinyal saraf, kontraksi otot, dan detak jantung.

Kalau kadar magnesium turun drastis, ginjal cenderung membuang lebih banyak kalium. Maka, terjadilah hipokalemia alias kekurangan kalium.

Baca Juga: 10 Makanan yang Mengandung Kalium, Ada Labu dan Pisang!

Selain itu, rendahnya magnesium dapat memengaruhi keseimbangan kalsium sehingga menyebabkan hipokalsemia atau kekurangan kalsium. Salah satu pemicunya adalah terganggunya produksi dan fungsi hormon paratiroid yang seharusnya mengatur kadar kalsium dalam rentang normal.[1]

2. Naiknya Risiko Detak Jantung Abnormal

Di sisi lain, jantung bekerja karena pergerakan elektrolit yang teratur di antara sel-selnya. Faktanya, magnesium juga berperan dalam proses ini.

Kalau kadar magnesium turun drastis, stabilitas ritme jantung juga bisa terganggu. Dampaknya adalah aritmia, atau detak jantung yang tidak normal, yang bisa bervariasi dari gangguan ringan hingga penyakit berbahaya seperti aritmia ventrikel karena dapat menghentikan aliran darah dalam hitungan detik.[2]

3. Terganggunya Metabolisme Tulang

Di samping itu, magnesium juga berperan dalam pembentukan tulang dan pemrosesan mineral.

Maka, hipomagnesemia yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis.[3] Alasannya, magnesium memengaruhi proses pengerasan tulang dan metabolisme vitamin D, yang keduanya sangat menentukan kepadatan tulang.

4. Berkurangnya Fungsi Saraf dan Otak

Terakhir, hipomagnesemia juga dapat berdampak pada sistem saraf pusat, mengingat magnesium diperlukan untuk menghantarkan sinyal antarsel saraf.[4]

Jika kekurangannya cukup parah, gejala dapat meningkat dari gangguan saraf ringan menjadi gangguan neuropsikiatri. Artinya, terjadi perubahan pada fungsi otak dan kondisi mental.

Akibatnya bisa berupa:

  • Sulit berkonsentrasi,

  • Penurunan daya ingat,

  • Delirium,

  • Perubahan perilaku,

  • Koma (pada kasus paling berat).

Apa Saja Gejala Kekurangan Magnesium?

Pria memegangi kepalanya yang sakit dengan sorotan merah

Selama masih dalam taraf ringan, hipomagnesemia biasanya tidak bergejala. Barulah ketika kadarnya turun di bawah 1,46 mg/dL dalam darah, keluhan mulai terasa.[5] Ini dia beberapa gejala kekurangan magnesium yang perlu kamu waspadai, Carnivores:

  • Kram otot

  • Tremor atau kedutan pada otot

  • Lemah otot

  • Lelah atau lesu

  • Kebas atau kesemutan

  • Mual

  • Nafsu makan menurun

  • Detak jantung tidak beraturan

  • Tekanan darah tinggi

  • Gula darah tinggi

  • Sakit kepala

  • Refleks berlebihan

  • Linglung

  • Kejang (pada kasus ekstrem)

Tapi ingat, kram otot atau rasa lelah yang sesekali datang bukan bukti pasti kalau kamu mengalami hipomagnesemia, Carnivores. Gejala serupa juga bisa disebabkan oleh aktivitas berat, dehidrasi, kurang istirahat, efek samping obat tertentu, stres, dan masih banyak faktor lainnya.

Nah, kapan sebaiknya kamu waspada terhadap penyakit kekurangan magnesium? Sebaiknya segera periksakan diri jika muncul keluhan jantung berdebar tidak teratur atau kejang yang berlangsung lama.

Apa Solusi Kekurangan Magnesium?

Wanita tersenyum memegang mangkuk berisi salad

Kebutuhan magnesium harian dapat dipenuhi melalui makanan. Cara ini sudah mencukupi selama tidak ada gejala berat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Ini juga berlaku jika tidak ada faktor lain yang menyebabkan magnesium terbuang banyak atau tidak terserap dengan baik, seperti penyakit ginjal atau diare kronis.

Jika tes darah membuktikan kamu mengalami hipomagnesemia, asupan dari makanan saja belum cukup untuk mengembalikan kadar magnesium ke normal. Dalam kasus ini, kamu perlu minum suplemen magnesium, tentu di bawah pengawasan dokter.

Kekurangan Magnesium Harus Makan Apa?

Tangan mencuci daun bayam di bawah keran

Kebutuhan magnesium per hari sekitar 310–420 mg dapat tercukupi melalui makanan yang kaya mineral ini.[6] Magnesium terdapat pada berbagai bahan makanan, baik pada sumber nabati (kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, biji-bijian) maupun hewani (ikan, ayam, daging sapi).

Baca Juga: 13 Manfaat Daging Sapi: dari Cegah Anemia hingga Kontrol BB

Ini dia daftar lengkap makanan untuk orang kekurangan magnesium beserta ukuran porsi yang dianjurkan.

Makanan

Ukuran Porsi

Estimasi Kandungan Magnesium

Biji labu

28 g

156 mg

Chia seed

28 g

111 mg

Kacang almond

28 g

80 mg

Bayam

½ cangkir

78 mg

Kacang mede

28 g

74 mg

Kacang tanah

¼ cangkir

63 mg

Susu kedelai

1 gelas

61 mg

Edamame

½ cangkir

50 mg

Selai kacang

2 sendok makan

49 mg

Kentang rebus

1 buah (ukuran sedang)

43 mg

Nasi merah

¼ piring

42 mg

Yogurt rendah lemak

1 cangkir

42 mg

Oatmeal

1 paket

42 mg

Daging sapi (tenderloin)

85 g

40 mg

Kacang merah

½ cangkir

35 mg

Pisang

1 buah (ukuran sedang)

32 mg

Susu

1 gelas

27 mg

Salmon

85 g

26 mg

Roti gandum

1 potong

23 mg

Alpukat

½ buah

22 mg

Daging ayam

85 g

22 mg

Brokoli

½ cangkir

12 mg

Nasi putih

½ piring

10 mg

Apel

1 buah (ukuran sedang)

9 mg

Rekomendasi Menu Harian yang Seimbang dan Tinggi Magnesium

Piring berisi steak, kentang tumbuk, dan asparagus hijau

Daripada cuma mengandalkan satu jenis makanan (praktis sih, tapi di mana enaknya?), lebih baik distribusikan asupan makanan kaya magnesium di tiap waktu makan.

Tapi supaya kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkan rotasi bahan makanan yang beragam, jadikan olahan daging sapi dari HOLYCOW! yang asli sebagai pilihan yang praktis.

Steak premium hasil racikan founder HOLYCOW!, Wynda Mardio, adalah alternatif yang selain praktis, juga lezat dan sehat. Tiap porsinya disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, plus dibuat oleh tangan-tangan ahli yang sudah tersertifikasi dalam penyajian makanan yang halal dan higienis.

Baca Juga: Daftar Lengkap 7 Kandungan Gizi Daging Sapi dan Manfaatnya

Jadi, suplemen bukan satu-satunya cara untuk mencegah atau mengatasi kekurangan magnesium. Sebaliknya, atur pola makan dengan beragam bahan makanan yang kaya akan magnesium. Dan kabar baiknya, steak nikmat dari Steak Hotel by HOLYCOW! tetap bisa kamu nikmati sebagai bagian dari menu sehatmu, Carnivores!


FAQ

Apa istilah medis untuk kondisi tubuh yang kekurangan magnesium? +

Istilah medis untuk kondisi kekurangan magnesium dalam tubuh adalah hipomagnesemia. Magnesium sendiri merupakan mineral dan elektrolit esensial yang berperan penting dalam menjaga fungsi sel, kontraksi otot, serta sistem saraf.

Pada angka berapa kadar magnesium dalam darah membuat gejalanya mulai terasa? +

Selama masih dalam taraf ringan, hipomagnesemia umumnya tidak bergejala. Gejala fisik atau keluhan tubuh biasanya baru mulai terasa nyata ketika kadar magnesium dalam darah merosot di bawah 1,46 mg/dL.

Apa saja akibat buruk kekurangan magnesium bagi keseimbangan elektrolit, jantung, dan tulang? +

Hipomagnesemia dapat memicu komplikasi serius seperti:

  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Memicu hipokalemia (ginjal membuang terlalu banyak kalium) dan hipokalsemia (terganggunya hormon paratiroid yang mengatur kalsium).
  • Gangguan Jantung: Memicu aritmia (detak jantung abnormal) yang berisiko menghentikan aliran darah.
  • Kerusakan Tulang: Meningkatkan risiko osteoporosis akibat terganggunya pengerasan tulang dan metabolisme vitamin D.
Apa saja ciri-ciri atau gejala fisik kalau tubuh kita lagi kekurangan magnesium? +

Gejalanya meliputi kram otot, kedutan/tremor, tubuh lelah atau lesu, kebas/kesemutan, mual, hilangnya selera makan, detak jantung tidak beraturan, hingga tekanan darah dan gula darah membumbung tinggi. Pada kasus ekstrem, kekurangan magnesium dapat memicu kejang dan koma.

Berapa kebutuhan magnesium harian yang ideal dan bahan makanan apa saja yang paling kaya mineral ini? +

Kebutuhan harian magnesium berkisar antara 310 hingga 420 mg per hari. Pilihan makanan tinggi magnesium meliputi:

  • Biji Labu (28 g): 156 mg
  • Chia Seed (28 g): 111 mg
  • Kacang Almond (28 g): 80 mg
  • Bayam (½ cangkir): 78 mg
  • Kacang Mede (28 g): 74 mg
  • Daging Sapi Tenderloin (85 g): 40 mg
Apakah kekurangan magnesium yang terbukti lewat tes darah bisa sembuh hanya dengan makan makanan kaya magnesium? +

Tidak cukup. Jika hasil tes darah menunjukkan hipomagnesemia klinis, asupan makanan saja tidak akan mampu mengembalikan kadar magnesium ke rentang normal dengan cepat. Dalam kasus ini, kamu wajib mengonsumsi suplemen magnesium sesuai dengan arahan dan resep dari dokter.


Sumber

[1] National Library of Medicine (Mineral and Electrolyte Metabolism). Hypomagnesemic hypokalemia and hypocalcemia: clinical and laboratory characteristics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9252977/

[2] National Library of Medicine (Biomedicines). The Role of Hypomagnesemia in Cardiac Arrhythmias: A Clinical Perspective. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9598104/

[3] National Library of Medicine (Nutrients). Magnesium and osteoporosis: current state of knowledge and future research directions. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3775240/

[4] National Library of Medicine (University of Adelaide Press Book Shelf). Magnesium in neuroses and neuroticism. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507254/

[5] National Library of Medicine (StatPearls). Hypomagnesemia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500003/

[6] Harvard T.H. Chan School of Public Health (The Nutrition Source). Magnesium. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/magnesium/

Leave a comment

All comments are moderated before being published