Kekurangan Selenium: Dampak dan Cara Alami Mencegahnya
Selenium termasuk salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, meski peran pentingnya bagi kesehatan sering kali terabaikan. Padahal, defisiensi atau kekurangan selenium dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan mental, mulai dari nyeri otot, penyakit jantung, gangguan metabolisme, daya tahan tubuh menurun, sakit tulang dan sendi, sampai depresi.[1]
Tak Banyak yang Tahu, Ini 10 Akibat Kekurangan Selenium

Asupan selenium harian idealnya sekitar 55 mikrogram (µg). Konsumsi di bawah angka itu sesekali masih tidak berbahaya. Namun, jika kekurangan mineral ini berlangsung dalam jangka panjang, dampak kekurangan selenium dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti di bawah ini. [1][2]
1. Sakit Tulang dan Sendi
Salah satu bukti paling jelas tentang efek defisiensi selenium pada tulang dan sendi adalah penyakit Kashin-Beck.
Penyakit ini menjangkiti bagian tubuh dengan asupan selenium yang sangat rendah, dicirikan dengan:
-
Nyeri,
-
Bengkak,
-
Kaku, dan
-
Gerakan sendi yang terbatas.
2. Nyeri Otot
Tubuh memerlukan selenium untuk memproduksi selenoprotein, yaitu sejenis protein yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta menjaga kesehatan otot.
Jika defisiensi selenium sudah parah, maka sejumlah ciri kekurangan selenium yang berkaitan dengan kesehatan otot ini akan muncul:
-
Nyeri otot,
-
Tubuh mudah lelah, dan
-
Lemah otot.
3. Gagal Jantung
Sementara itu, penyakit Keshan merupakan dampak berat lainnya akibat defisiensi selenium. Penyakit ini merupakan jenis gagal jantung yang disebabkan oleh kerusakan otot jantung sehingga melemahkan kemampuannya memompa darah.
Adapun gejala kekurangan selenium yang muncul pada penyakit ini bisa berupa:
-
Pembesaran jantung,
-
Gangguan detak jantung,
-
Penurunan kemampuan memompa darah, dan
-
Gagal jantung.
4. Gangguan Metabolisme
Supaya metabolisme tubuh berjalan lancar, kelenjar tiroid memproduksi hormon T4 yang kemudian harus diubah menjadi T3. Nah, enzim deiodinase yang berperan dalam konversi ini sangat bergantung pada selenium. Maka, jika asupan selenium rendah, produksi T3 berkurang dan metabolisme tubuh pun ikut terganggu.
Meski begitu, kamu tidak bisa secara otomatis menyalahkan defisiensi selenium sebagai penyebab penyakit tiroid. Walau ada kaitan antara keduanya, pemberian suplemen selenium tidak terbukti memberikan hasil yang konsisten dalam memperbaiki fungsi tiroid pada penderitanya, Carnivores.
5. Daya Tahan Tubuh Menurun
Selain berperan dalam kesehatan otot, selenoprotein juga terlibat dalam fungsi sel imun. Kadar selenium yang rendah bisa mengganggu respons kekebalan sekaligus memperparah stres oksidatif dalam tubuh.
6. Keguguran
Selain berfungsi sebagai antioksidan, selenium juga berperan dalam fungsi reproduksi. Selama kehamilan, ibu perlu menjaga stres oksidatif dalam tubuh karena plasenta memiliki tingkat metabolisme yang tinggi.
Ini sebabnya, jika asupan selenium ibu rendah, dapat terjadi peningkatan risiko komplikasi kehamilan, salah satunya adalah keguguran.
7. Mandul
Sedangkan dalam tubuh pria, selenium dibutuhkan untuk membentuk selenoprotein yang mendukung proses pembentukan dan pematangan sperma.
Contohnya, enzim glutathione peroxidase 4 (yang bergantung pada selenium) merupakan komponen penting dalam struktur sperma yang sudah matang.
Karena itu, defisiensi selenium dalam tingkat parah dapat menghambat produksi dan pergerakan sperma, yang pada akhirnya dapat memicu masalah kesuburan pada pria.
8. Penurunan Mood
Dari sisi biologis, kaitan antara selenium dan suasana hati cukup logis. Pasalnya, selenium berperan dalam perlindungan sel dan fungsi sistem saraf. Jadi, rendahnya kadar selenium bisa berdampak pada mood-mu, Carnivores.
9. Gampang Capek
Seperti yang sudah disebutkan, defisiensi selenium bisa berdampak pada masalah otot dan kelenjar tiroid. Nah, akibatnya adalah rasa lelah yang cukup mengganggu produktivitas sehari-hari.
10. Depresi
Tak hanya itu, rendahnya asupan selenium juga dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Kenapa? Karena depresi melibatkan proses peradangan di otak, selenium dapat membantu mengendalikan dan meredakan peradangan tersebut.
Cukupi Asupan Selenium secara Alami dengan 14 Makanan Ini

Adapun cara yang baik untuk mengatasi atau mencegah defisiensi selenium yaitu dengan mengatur pola makan yang mencakup makanan yang mengandung selenium.
Namun, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai batas 55 µg setiap hari. Karena yang jauh lebih penting adalah konsistensi asupan yang cukup dalam jangka panjang, Carnivores.
Menariknya, sumber selenium yang paling mudah dijumpai adalah produk hewani seperti ikan, daging sapi, ayam, telur, dan beberapa olahan susu.
Sedangkan pada produk nabati, kadar seleniumnya tidak selalu dapat diperkirakan karena dipengaruhi oleh kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut ditanam.
Ini daftar makanan yang mengandung selenium sebagai referensi untuk konsumsi harian kamu, Carnivores.[3]
|
Makanan |
Anjuran Porsi |
Estimasi Kadar Selenium |
|
Sarden kalengan |
85 g |
45 µg |
|
Udang |
85 g |
42 µg |
|
Daging sapi |
85 g |
37 µg |
|
Hati sapi |
85 g |
28 µg |
|
Daging ayam |
85 g |
22 µg |
|
Keju cottage |
1 cangkir |
20 µg |
|
Daging sapi cincang |
85 g |
18 µg |
|
Telur ayam rebus |
1 butir (ukuran besar) |
15 µg |
|
Oatmeal |
1 cangkir |
13 µg |
|
Jamur |
½ cangkir |
13 µg |
|
Nasi merah |
1 porsi |
12 µg |
|
Roti gandum |
1 potong |
8 µg |
|
Yogurt rendah lemak |
1 cangkir |
8 µg |
|
Susu |
1 gelas |
6 µg |
Rekomendasi Menu untuk Penuhi Asupan Kalium Harian

Supaya asupan makanan tinggi selenium bisa langsung kamu terapkan hari ini juga, jadikan olahan daging sapi premium seperti steak sebagai pilihan menu harianmu. Bukan sembarang steak, tapi steak dari HOLYCOW! yang asli ya, Carnivores!
Baca Juga: Daftar Lengkap 7 Kandungan Gizi Daging Sapi dan Manfaatnya
Selain merupakan sumber selenium yang baik untuk tubuh, steak hasil racikan founder HOLYCOW!, Wynda Mardio, ini juga lezat dan serbakomplet. Jadi buat para Carnivores yang doyan steak, ini artinya hidangan daging sapi yang lezat tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang memperhatikan kecukupan gizi.
Mulai sekarang, jadikan steak HOLYCOW! sebagai salah satu pilihan menu sehari-hari untuk membantu mencegah kekurangan selenium. Meski manfaat daging sapi penting bagi tubuh, jangan lupa tambahkan sayuran dan lauk pendamping lainnya agar pola makanmu tetap bergizi seimbang!
FAQ
Leave a comment
