Home Story Real Food Adalah: Definisi, Ciri, dan Bedanya dengan Makanan Olahan

Real Food Adalah: Definisi, Ciri, dan Bedanya dengan Makanan Olahan

Secara sederhana, real food adalah makanan alami (in natura) yang masih dekat dengan bentuk aslinya dan minim campur tangan pabrik (minimally processed).

Linimasa media sosial belakangan ini penuh dengan konten edukasi seputar gaya hidup sehat. Mulai dari resep masakan rumahan hingga tantangan makan bersih selama sebulan, semuanya mengarah pada satu istilah yang sama: real food.

Bukan cuma soal tren sesaat, para ahli gizi pun makin sering membahas gaya hidup ini karena dampaknya pada kesehatan jangka panjang. Yuk, kenali lebih dalam konsep ini, Carnivores!

Apa Itu Real Food?

Berbagai macam jenis real food berada di atas meja

Sebutan ini bukan klasifikasi resmi, tapi istilah populer yang merujuk pada bahan makanan “asli” yang tidak banyak mengalami proses industri. Minim gula, minyak industri, penyedap buatan, hingga pengawet kimia.[1]

Dengan demikian, makanan tersebut cenderung tetap mempertahankan karakteristik dan kandungan gizi alaminya.

Filosofinya cukup sederhana. Pola makan yang lebih banyak mengandalkan makanan utuh atau minim proses membantu meningkatkan kualitas pola makan. Karena itu, konsep ini kerap menjadi fondasi pola makan sehat yang disarankan WHO bagi banyak orang.[2]

Ciri-Ciri Real Food

Contoh makanan Real Food dengan himbauan berhenti konsumsi CRAP food

Kalau kamu mau mengadopsi konsep ini, mudah kok, kalau tahu kriterianya. Ada beberapa tanda yang membedakan bahan makanan alami dari jenis lainnya, Carnivores:

  • Satu Bahan Tunggal: Bahan pangan tidak memiliki daftar komposisi panjang di kemasannya.

  • Minim Pemrosesan: Tidak melewati tahapan kilang industri yang kompleks.

  • Minim Aditif: Tanpa pemanis buatan, pengawet, maupun perasa sintetik.

  • Nutrisi Alami: Memiliki kadar vitamin serta mineral utuh yang belum rusak.

  • Masa Simpan Relatif Singkat: Makanan alami cenderung lebih cepat membusuk karena bebas bahan pengawet.

Catatan: tidak semua zat tambahan itu buruk, dan teknik penyimpanan tertentu seperti pembekuan, bisa memperpanjang masa konsumsi bahan makanan dengan aman.[3]

Contoh Makanan Real Food

Contoh makanan real food dari berbagai kategori

Supaya lebih mudah membayangkan, berikut kategori makanan minim proses yang bisa kamu temukan sehari-hari.

Kategori

Contoh

Sayuran

Bayam, brokoli, wortel, kangkung

Buah-buahan

Apel, pisang, alpukat, jeruk

Biji-bijian & kacang

Beras merah, quinoa, almond, kacang merah

Protein hewani

Daging sapi segar, ikan, telur, dada ayam

Lemak tak jenuh

Minyak zaitun, alpukat, kacang, biji-bijian

Lemak jenuh

Ghee, butter

Real Food vs Processed Food vs Ultra-Processed

Real food disandingkan dengan processed food dan ultra processed food

Banyak orang mengira makanan hanya terbagi dua: sehat atau tidak sehat. Padahal, sistem klasifikasi NOVA membagi tingkat pengolahan pangan ke dalam beberapa level.[4]

Tiga di antaranya paling penting untuk kamu pahami.

Aspek

Real Food

Processed Food

Ultra-Processed Food

Definisi

Nyaris tanpa campur tangan pabrik

Sudah mengalami perubahan dari bentuk asli, misalnya pengalengan

Formulasi pabrik dengan banyak bahan tambahan

Contoh

Sayur segar, daging segar

Ikan kaleng, roti tanpa pengawet

Sosis, nugget, minuman soda

Dampak Kesehatan

Mendukung fungsi tubuh secara optimal

Relatif netral, tergantung kandungan gizinya

Berisiko tinggi memicu gula, garam, dan lemak trans berlebih.[5]

Jejak Lingkungan

Cenderung lebih rendah karena bersumber lokal

Sedang

Lebih tinggi akibat kemasan dan rantai distribusi panjang

Poin pentingnya, tidak semua makanan yang melewati pabrik itu buruk. Namun, kian dekat pilihanmu dengan kategori alami, kian besar pula manfaat gizi yang bisa kamu peroleh.

Manfaat Real Food untuk Kesehatan

Seorang pria menyiapkan makanan sehat dalam bentuk real food

Beralih ke pola makan alami memberi keuntungan besar untuk kesehatan jangka panjang kamu, seperti:

  • Fondasi kunci untuk menerapkan cara diet sehat yang efektif, tidak harus ekstrem. Tubuh akan merasa kenyang lebih lama berkat kandungan serat dan protein murni.

  • Pencernaan kamu akan bekerja lebih ringan. Mikrobioma usus akan terjaga baik karena terbebas dari paparan pengawet buatan.

  • Mendapatkan asupan 7 nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh secara maksimal. Vitamin, mineral, serta zat antioksidan lebih mudah terpenuhi dengan kalori yang lebih rendah.[6]

Manfaat-manfaat ini terasa lebih optimal kalau kamu menerapkannya secara konsisten, bukan hanya sesekali. Kombinasikan juga dengan aktivitas fisik ringan agar hasilnya makin terasa untuk tubuh.

Daging sebagai Real Food: Panduan Memilih dan Mengolah

Potongan daging di atas talenan

Daging segar tanpa campuran bahan lain juga termasuk kategori makanan alami. Ini berbeda dari sosis, nugget, atau kornet yang melewati proses pabrik panjang dan masuk kategori ultra-processed food.[7]

Agar kamu mendapatkan manfaat maksimal, coba terapkan tips berikut saat memilih daging, Carnivores:

  • Pastikan warna, aroma, dan teksturnya masih segar

  • Cek apakah ada tambahan pengawet di kemasannya

  • Cari tahu sumber dan asal daging tersebut

  • Hindari produk dengan daftar komposisi yang panjang

Selain itu, cara memasaknya pun berpengaruh. Gunakan metode memasak yang sesuai dan hindari membakar daging di atas api langsung atau hingga hangus.

Penasaran dengan kandungan gizi di baliknya? Cek juga 7 kandungan gizi sapi dan manfaatnya dan 13 manfaat daging sapi untuk tubuhmu.

Nikmati Gaya Hidup Sehat lewat Steak Premium

Potongan steak premium real food

Daging sapi segar berkualitas jadi favorit banyak Carnivores yang ingin menjalani pola makan lebih alami. Kalau kamu ingin menikmati potongan daging premium tanpa olahan berlebihan, dengan cara masak yang tetap mempertahankan cita rasa aslinya, Steak Hotel by Holycow punya jawabannya.

Sebagai Holycow yang asli, brand ini lahir dari tangan founder Holycow, Wynda Mardio, yang selalu mengutamakan kualitas bahan segar pilihan pada setiap sajian. Jadi, kamu tetap bisa menikmati kelezatan steak sambil menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan alami, Carnivores!


FAQ

Apa sih arti sebenarnya dari konsep real food dan kenapa lagi ngetren banget? +

Secara sederhana, real food adalah bahan makanan alami (in natura) yang masih sangat dekat dengan bentuk aslinya dan minim campur tangan proses pabrik (minimally processed). Tren ini populer karena real food bebas dari minyak industri, pemanis buatan, penyedap sintetis, hingga pengawet kimia, sehingga kandungan nutrisinya tetap utuh dan sangat bagus untuk kesehatan jangka panjang.

Apa saja ciri-ciri utama yang membedakan real food dari makanan olahan biasa? +

Ada beberapa tanda mudah untuk mengenali real food:

  • Bahan Tunggal: Tidak memiliki daftar komposisi panjang di kemasannya.
  • Minim Pemrosesan & Aditif: Tanpa pengawet, perasa buatan, maupun pewarna sintetik.
  • Masa Simpan Singkat: Cenderung lebih cepat membusuk karena tidak memakai bahan pengawet kimia.
  • Nutrisi Alami: Kadar vitamin dan mineralnya masih utuh serta belum rusak akibat proses manufaktur.
Apa bedanya real food, processed food, dan ultra-processed food menurut sistem klasifikasi NOVA? +

Ketiganya dibedakan dari tingkat pengolahan pabrik:

  • Real Food: Nyaris tanpa olahan pabrik (contoh: sayur segar, daging sapi segar, telur, buah segar).
  • Processed Food: Sudah mengalami perubahan dari bentuk asli tapi minim aditif (contoh: ikan kaleng, roti tanpa pengawet).
  • Ultra-Processed Food: Formulasi pabrik kompleks dengan banyak aditif, pemanis, dan pengawet (contoh: sosis, nugget, soda).
Kenapa daging sapi segar termasuk real food, sedangkan sosis dan kornet tidak? +

Daging sapi segar potongan tanpa campuran tergolong real food karena masih berupa bahan tunggal alami. Sementara sosis, nugget, dan kornet dikategorikan sebagai ultra-processed food karena telah melewati rantai pemrosesan pabrik yang panjang serta ditambah berbagai bahan pengawet, pengemulsi, dan garam/lemak trans berlebih.

Apa saja manfaat utama yang langsung dirasakan tubuh kalau kita rutin makan real food? +

Beralih ke real food memberikan banyak keuntungan fisik:

  • Membantu Diet Sehat: Kandungan serat dan protein murni membuat perut kenyang lebih lama.
  • Pencernaan Lebih Sehat: Kerja usus jadi lebih ringan dan mikrobioma usus terjaga karena bebas pengawet sintetik.
  • Asupan Nutrisi Maksimal: Vitamin, mineral, dan antioksidan terserap optimal dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Sumber

[1] Eat Real Food - https://realfood.gov/ 

[2] Healthy diet - https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

[3] Food Additives and GRAS Ingredients - Information for Consumers | FDA - https://www.fda.gov/food/food-ingredients-packaging/food-additives-and-gras-ingredients-information-consumers?

[4] The UN Decade of Nutrition, the NOVA food classification and the trouble with ultra-processing - PMC - https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10261019/

[5] Ultra-processed food exposure and adverse health outcomes: umbrella review of epidemiological meta-analyses - PubMed - https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38418082/ 

[6] Ultra-Processed Diets Cause Excess Calorie Intake and Weight Gain: An Inpatient Randomized Controlled Trial of Ad Libitum Food Intake - PubMed - https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31269427/ 

[7] IARC Publications Website - Red Meat and Processed Meat - https://publications.iarc.who.int/Book-And-Report-Series/Iarc-Monographs-On-The-Identification-Of-Carcinogenic-Hazards-To-Humans/Red-Meat-And-Processed-Meat-2018?

Leave a comment

All comments are moderated before being published