Manfaat Daging Sapi untuk Ibu Menyusui: Nutrisi & Porsi Aman
"Bolehkah ibu menyusui makan daging sapi? Apakah aman untuk bayi?"
Pertanyaan ini sering muncul di benak Bunda yang baru melahirkan, apalagi kalau ada mitos yang beredar soal pantangan makanan. Kabar baiknya, jawabannya boleh. Bahkan, banyak ahli gizi menganjurkannya karena besarnya manfaat daging sapi untuk ibu menyusui.
Protein hewani ini bisa menjadi salah satu sumber gizi penting selama masa menyusui, asalkan kamu mengolahnya dengan cara yang tepat. Meski begitu, setiap kondisi tubuh berbeda, jadi kamu tetap perlu konsultasi ke dokter bila punya riwayat kesehatan tertentu.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya, Carnivores!
Bolehkah Busui Makan Daging Sapi?

Jawabannya jelas: boleh. Daging sapi dapat menjadi salah satu sumber protein dan beberapa zat gizi penting dalam pola makan ibu menyusui. Nutrisi seperti choline, iodine, zat besi dan vitamin B12 juga tinggi di sini.[1]
Memang, ada bukti moderat bahwa komponen rasa dapat masuk ke ASI bunda, seperti dari bawang putih, wortel, mint. Dan bayi pun mampu mendeteksi rasa tersebut. Namun, tidak ada alasan umum bagi ibu menyusui untuk menghindari daging sapi karena khawatir ASI menjadi tidak aman.[2]
Selain itu, kekhawatiran lain biasanya soal kandungan lemak, yang sebagian orang anggap berlebihan. Sebenarnya, kamu bisa menyiasatinya dengan memilih potongan rendah lemak dan mengatur porsi secukupnya.
Kandungan Nutrisi Penting Daging Sapi untuk Busui

Sebagai gambaran, berikut nutrisi utama dalam 100 gram daging merah tanpa lemak yang relevan untuk masa menyusui.[3]
|
Nutrisi |
Perkiraan Jumlah |
Manfaat untuk Busui |
|
Protein |
26 gram |
Mendukung pemulihan tubuh dan produksi ASI |
|
Zat besi heme |
2-3 mg |
Membantu mencegah anemia pascapersalinan |
|
Zinc |
4-5 mg |
Mendukung daya tahan tubuh |
|
Vitamin B12 |
2-3 mcg |
Berperan dalam fungsi saraf |
|
Kolin |
70-80 mg |
Mendukung perkembangan otak bayi lewat ASI |
Catatan: nilai kandungan tersebut merupakan estimasi terdekat. Kandungan eksaknya bisa berbeda tergantung jenis potongan (sirloin, tenderloin, dsb) serta cara pengolahannya.
Manfaat Konsumsi Daging Sapi di Masa Menyusui

Sesuai kandungan nutrisi di atas, ada beberapa manfaat yang berpotensi kamu rasakan dari konsumsi rutin protein hewani ini, Carnivores:
-
Membantu memulihkan energi setelah melahirkan
-
Berkontribusi mencegah risiko anemia gizi besi
-
Mendukung proses pemulihan jaringan tubuh
-
Berkontribusi menjaga massa otot ibu
Untuk gambaran lebih lengkap, kamu bisa cek juga 13 manfaat daging sapi dan manfaat daging sapi untuk ibu hamil.
Ingat, setiap Bunda bisa merasakan hasil yang berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh dan pola makan secara keseluruhan.
Hubungan dengan Kualitas dan Produksi ASI

Protein dan zat besi yang kamu konsumsi berperan dalam menjaga stamina tubuh selama menyusui. Kondisi tubuh yang prima ini turut mendukung proses produksi ASI secara alami.
Selain itu, sebagian nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi juga bisa mengalir ke bayi lewat ASI.
Meski begitu, penting kamu catat bahwa protein hewani ini bukan "pelancar ASI ajaib". Manfaat daging sapi untuk ASI lebih sebagai penunjang gizi harian ibu secara menyeluruh, bukan solusi instan untuk produksi ASI.[4]
Baca Juga: Daftar Lengkap 7 Kandungan Gizi Daging Sapi dan Manfaatnya
Porsi Aman dan Frekuensi Konsumsi

Menurut Angka Kecukupan Gizi, kebutuhan protein harian ibu menyusui umumnya berada di kisaran 70–80 gram, bergantung pada usia dan periode menyusui.[5]
Sebagai gambaran, bila satu porsi daging sapi untuk ibu menyusui sekitar 100 gram, dan mengandung kurang lebih 26 gram protein, maka terpenuhi sekitar sepertiga kebutuhan protein harian.
Untuk praktisnya, kamu bisa kamu bisa konsumsi daging sapi 2-3 kali seminggu. Selanjutnya, variasikan dengan sumber protein lain di hari-hari selebihnya. WHO menekankan prinsip diversity sebagai salah satu fondasi pola makan sehat.[6]
Untuk memenuhi kebutuhan gizi secara menyeluruh, cek juga 7 nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Bagi Bunda dengan riwayat kolesterol tinggi atau hipertensi, sebaiknya batasi porsi dan pilih potongan rendah lemak. Untuk kondisi khusus ini, sebaiknya kamu tetap konsultasi ke dokter atau ahli gizi.
Pilihan Potongan Terbaik

Potongan daging sapi untuk busui sebaiknya rendah lemak, misalnya sirloin atau bagian paha (round). Bagian daging sapi ini menawarkan protein tinggi dengan kandungan lemak yang relatif lebih rendah ketimbang bagian berlemak lain.[7]
Sebaliknya, batasi konsumsi potongan berlemak tinggi seperti rib eye secukupnya saja. Ini terutama berlaku bagi Bunda yang perlu menjaga asupan lemak harian.
Cara Aman Mengolah untuk Busui

Satu hal yang wajib kamu perhatikan: pastikan selalu matang sempurna. Hindari olahan setengah matang seperti rare atau medium rare.
Untuk praktisnya, masak daging hingga mencapai suhu internal yang aman. Rekomendasi untuk steak, roast, dan chops sapi minimal 63°C dan waktu istirahat tiga menit. Daging sapi giling perlu mencapai 71°C.[8]
Ini penting karena daging mentah berisiko mengandung bakteri seperti E. coli atau Salmonella, yang bisa membahayakan kesehatan ibu maupun bayi lewat ASI.
Selain itu, jaga kebersihan talenan dan peralatan masak agar tidak terjadi kontaminasi silang. Kalau kamu ingin tahu standar kematangan yang tepat, baca juga panduan tingkat kematangan steak berikut ini.
Baca juga: Manfaat Daging Sapi untuk MPASI dan Cara Mengolahnya
Solusi Praktis dari Steak Hotel by Holycow

Buat Carnivores yang ingin memenuhi kebutuhan protein tanpa repot memilih dan mengolah daging sendiri, Steak Hotel by Holycow menyajikan steak dari bahan berkualitas yang matang sempurna.
Kunjungi outlet Steak Hotel by Holycow terdekat dan nikmati pilihan steak enak dan lezat secara praktis, untuk mendukung masa menyusui.
Sebagai Holycow yang asli, founder Holycow, Wynda Mardio, langsung menggagas brand ini dengan selalu mengutamakan kualitas bahan pada setiap sajian.
Jadi, dapatkan manfaat daging sapi untuk ibu menyusui dengan praktis, dengan menikmati kelezatan steak sambil menjaga asupan gizi harianmu, Carnivores!
FAQ
Leave a comment
