Apakah Cairan Merah pada Steak Itu Darah? Ini Penjelasannya
Pernah menduga cairan merah pada steak sebagai darah? Kamu tidak sendiri. Bahkan hal ini juga yang membuat banyak orang semakin ragu untuk memesan medium-rare steak karena cairan merah yang keluar saat pertama kali memotongnya.
Perlu kamu ketahui, Carnivores, sebagian besar darah hewan sudah keluar setelah melewati proses pemotongan.[1] Lalu kenapa cairan itu masih keluar? Apakah cairan merah steak aman untuk dimakan?
Bukan Darah: Ini yang Sebenarnya Keluar dari Steak

Cairan steak itu darah atau bukan? Bukan. Tapi jika kamu pernah berpikir seperti itu, reaksi tersebut wajar.
Jaringan otot dan myoglobin pada daging sapi bercampur dengan air. Myoglobin sendiri merupakan jenis protein yang menyimpan oksigen di dalam otot. Dengan zat besi heme yang tinggi, warnanya jadi merah. Ini yang jadi alasan mengapa daging sapi adalah red meat.
Dibandingkan dengan daging ayam, protein mioglobin pada sapi lebih tinggi secara signifikan, yaitu sekitar 10 kali.[2] Apabila cairan itu keluar ketika kamu memotong steak, itu bukan tanda dagingnya masih berdarah, Carnivores. Justru ada rahasia kenikmatan steak di balik warna ini yang membuat teksturnya empuk nan juicy.
Kenapa Warnanya Tetap Merah?

Myoglobin yang kaya zat besi ini bereaksi terhadap oksigen dan panas, Carnivores. Saat mentah, warnanya merah tua; saat terkena udara, menjadi merah cerah; lalu warnanya berubah merah muda hingga kecokelatan saat dipanaskan.Â
Kandungan myoglobin pada otot sapi bahkan berkisar 4-10 mg per gram jaringan, jauh lebih tinggi daripada daging putih.[3] Beberapa bagian daging sapi yang sering digunakan untuk bergerak juga memiliki myoglobin yang lebih banyak, sehingga warnanya lebih pekat.Â
Jadi, kalau steak kamu masih tampak merah di tengah, bukan berarti dagingnya masih mentah. Ini adalah karakter alami daging yang masih lembap.
Cairan Merah pada Steak Aman Dimakan? Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Warna daging bukan satu-satunya kunci yang menentukan keamanan konsumsi. Justru kamu harus cek suhu internalnya. Umumnya, daging sudah bisa kamu makan jika suhu bagian dalamnya sekitar 63°C, meski warna dagingnya masih semu merah muda.[4]Â
Inilah alasan kenapa steak medium rare merah tetap banyak jadi rekomendasi. Apabila proses memasaknya terlalu lama, protein akan mengencang dan memeras keluar kelembapan alami. Tidak hanya lebih kering, tekstur daging juga terasa alot.Â
Jika sudah begini, tingkat kematangan bukan sebatas selera lagi, tapi juga menentukan tekstur daging sekaligus kualitas steak yang kamu makan, Carnivores.
Baca Juga: Darah Sapi Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
Cairan Steak dan Tingkat Kematangan

Jika kamu perhatikan, cairan merah yang berasal dari myoglobin tadi jumlahnya beragam, tergantung pada cara memasaknya dan tingkat kematangan steak. Jika suhu pengolahannya semakin tinggi, maka cairan alami yang menguap juga semakin banyak.
Jumlah cairan merah ini masih cukup banyak di rare, yang warnanya jadi tampak lebih muda di medium rare. Ini berbeda dengan medium yang cairannya lebih sedikit. Kelembapan alami ini hampir tak tersisa ketika kamu memakan well-done steak.
Secara ilmiah, daging dapat kehilangan hingga 30-40% kelembapan alami jika terlalu matang dalam proses masaknya.[5] Itulah kenapa steak yang juicy jadi idola para penikmatnya.Â
Salah satu trik penting yang chef pakai adalah dengan resting sekitar 5-10 menit setelah memasak.[6] Rested meat is juicy meat—kalau otot daging rileks, cairan terserap kembali di dalamnya dengan merata.Â
Hal ini juga membuat cairan tidak tumpah ketika kamu memotongnya, daging lebih empuk, dan kamu bisa menikmati makananmu tanpa rasa khawatir.
Menikmati Steak dengan Cara yang Tepat

Makan steak sejatinya adalah gabungan dari beberapa aspek. Selain kenyang, ada aroma daging panggang yang menggoda, tekstur lembut yang bikin susah lupa, bahkan tingkat kematangan yang sesuai selera.Â
Sekarang kamu sudah tahu kalau cairan merah pada daging steak bukan darah, aman untuk dikonsumsi selama teknik masaknya tepat. Lalu di mana kamu bisa menikmati sajian steak berkualitas yang dimasak dengan benar?
Steak Hotel by HOLYCOW! adalah tempat yang kamu cari. Terkenal sebagai Holycow yang asli, kami pastikan menu yang tersaji di piringmu tetap juicy. Konsep steak berkualitas ini diperkenalkan oleh founder Holycow Wynda Mardio. Dengan begitu, pengalaman makan steak lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Jadi, ketika kamu memotong steak dan tampak juicy, kamu tidak lagi khawatir, Carnivores. Ini justru jadi pertanda proses memasak steak-nya sudah baik.
Nikmati Steak Tanpa Ragu

Sering kali yang membuat orang ragu menikmati steak bukan rasanya, melainkan asumsi yang keliru. Kalau kamu paham bagaimana karakter daging sapi, kamu justru bisa menikmati steak favoritmu dengan tenang dan lebih percaya diri.Â
Carnivores, juicy texture dan tingkat kematangan yang tepat adalah letak kenikmatan daging panggang ini. Sekarang kamu bisa menikmati steak berkualitas dengan rasa lembut dan halal tanpa khawatir tentang cairan merah pada steak lagi.Â
Semua bisa kamu dapatkan di TKP Steak Hotel by HOLYCOW! terdekat bersama keluarga atau yang tercinta.
FAQ
Leave a comment
