Cara Pesan Steak untuk Pemula, Dijamin Antigagal
Pertama kali pesan steak sebagai pemula memang bisa bikin grogi. Tapi kalau kamu sudah membaca artikel ini sampai habis, kamu bakal lebih pede saat memesan. Intinya, cara pesan steak untuk pemula hanya soal tiga pilihan. Potongan daging, tingkat kematangan, dan pelengkap. Beres!
3 Keputusan Utama saat Memesan Steak

Sebetulnya, memesan steak untuk pemula tidak sesulit kelihatannya. Kamu hanya perlu membuat tiga keputusan:
-
Jenis dagingnya apa?
-
Dimasak seberapa matang?
-
Dan, pelengkapnya apa?
1. Potongan Daging
Masing-masing potongan daging punya rasa dan teksturnya sendiri:
-
Tenderloin: Paling lembut, cenderung rendah lemak, rasanya relatif ringan.
-
Sirloin: Rasa daging kuat, teksturnya sedikit padat.
Jadi, kamu tidak harus menghafal semua jenis potongan. Tentukan saja dulu, mau yang lembut, cita rasa dagingnya kuat, atau yang kaya lemak?
2. Tingkat Kematangan
Sementara itu, doneness atau tingkat kematangan menentukan tekstur di bagian dalam. Makin matang steak, bagian dalamnya jadi makin padat dan kelembapannya makin berkurang.
3. Pelengkap
Begitu daging dan tingkat kematangannya sudah kamu pilih, tinggal tentukan teman makannya. Side dish seperti kentang, sayuran, atau salad menambah tekstur dan rasa agar main dish tidak terasa itu-itu saja.
Saus juga bisa mengubah karakter rasa steak. Saus jamur punya cita rasa gurih dan creamy, sedangkan saus yang relatif ringan bikin rasa daging tetap jadi bintang utamanya.
Potongan Steak yang Ramah untuk Pemula

Biar tidak bingung, pilih dulu salah satu dari dua potongan steak untuk pemula ini.
1. Tenderloin
Tenderloin berasal dari otot sapi yang tidak banyak bergerak. Makanya, serat otot tenderloin terbilang halus dan menghasilkan tekstur yang super lembut. Kandungan lemaknya juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan potongan seperti rib eye.
Tenderloin jadi pilihan aman buat pemula karena dagingnya tidak terlalu berlemak dan alot. Rasanya juga ringan. Jadi, kalau kamu masih belum terbiasa dengan rasa daging yang kuat atau sensasi berlemak dari steak, tenderloin tidak akan bikin kamu kaget.
2. Sirloin
Sedangkan sirloin teksturnya lebih pada daripada tenderloin. Rasa dagingnya juga lebih menonjol.
Harga sirloin juga biasanya lebih terjangkau daripada sejumlah potongan premium. Pilihan aman kalau kamu masih dalam fase eksplorasi dan belum tahu steak favoritmu.
Baca Juga: 5 Perbedaan Sirloin dan Tenderloin, Kenali Steak Favorit Kamu
Hindari Potongan Ini
Sebetulnya, tidak ada potongan daging yang buruk untuk pemula. Lebih tepatnya, ada potongan yang karakternya cukup ekstrem, makanya kurang cocok untuk pengalaman pertama.
Ambil contoh potongan yang super berlemak atau bertekstur kenyal. Apalagi kalau kamu belum yakin apakah itu cocok dengan daging seperti itu.
Sama halnya dengan potongan yang berserat kasar atau perlu dikunyah lebih lama. Jika steak pertama yang dicoba ternyata alot, pemula bisa salah menyimpulkan bahwa steak memang sulit dikunyah.
Padahal sumber masalahnya bisa dari potongan, mutu daging, atau cara memasaknya.
Begitu sudah mencoba berbagai jenis potongan, baru deh asyik mengeksplorasi bagian-bagian daging sapi lainnya.
Tingkat Kematangan Mana yang Cocok untuk Pemula?

Selanjutnya, pilih tingkat kematangan steak. Ada 5 tingkat kematangan steak yang perlu kamu ketahui.
|
Tingkat Kematangan |
Warna Bagian Dalam |
Tekstur |
Rasa |
|
Rare |
Merah tua, bagian tengah masih sangat merah |
Sangat lembut, juicy |
Rasa daging sangat kuat, paling terasa “ndaging” |
|
Medium Rare |
Merah muda kemerahan di tengah |
Lembut dan juicy |
Seimbang antara rasa daging, kelembutan, dan sedikit rasa gurih dari lemak |
|
Medium |
Merah muda, bagian tengah lebih sedikit merah |
Masih cukup lembut dan juicy, tapi lebih padat |
Rasa daging lebih matang dan gurih |
|
Medium Well |
Sedikit merah muda di bagian tengah |
Lebih padat dan lebih sedikit juicy |
Rasa daging matang lebih dominan, kelembapan mulai berkurang |
|
Well Done |
Cokelat keabu-abuan, tanpa bagian merah muda |
Padat dan paling kering dibanding tingkat lainnya |
Rasa daging matang lebih kuat, tapi sensasi juicy jauh berkurang |
Yang menarik, cukup banyak pemula merasa aman memilih daging medium well atau well done karena belum terbiasa dengan bagian tengah steak yang masih berwarna merah muda. Terlebih jika teksturnya terasa lebih juicy atau lembap ketimbang daging yang biasanya dimakan.
Tapi itu bukan berarti pemula yang memilih "well done" belum paham steak. Sama sekali tidak. Selera tingkat kematangan itu subjektif, Carnivores. Kalau kamu memang suka well done, ya oke-oke saja.
Hanya saja, steak well done punya plus-minusnya sendiri. Sisi plusnya, daging matang sepenuhnya sehingga tidak ada warna merah di bagian tengah dan teksturnya lebih padat. Sisi minusnya, semakin lama steak dimasak, semakin banyak kelembapan yang hilang. Imbasnya, steak well done jadi cenderung kering.
Sebagai catatan, ini bukan berarti well done itu steak yang tidak enak. Kualitas daging, ketebalan steak, teknik memasak, proses resting, serta saus atau pendamping ikut andil dalam menentukan hasil akhirnya.
Tapi kalau kamu mau mencoba pelan-pelan, jangan langsung loncat dari well done ke medium rare.
Kalau sekarang kamu masih nyaman dengan well done, coba turunkan sedikit ke medium well dulu. Perbedaannya tidak terlalu jauh, tapi bagian tengah steak bakal terasa lebih lembut dan masih bisa menyisakan sedikit warna merah muda.
Begitu sudah terbiasa, berikutnya coba medium. Setelah itu, baru move on ke medium rare.
Istilah di Menu Steak yang Sering Bikin Bingung

Bukan cuma potongan dan tingkat kematangan, istilah di menu steak pun tidak jarang membuat pemula deg-degan saat memesan. Supaya tidak gugup, kenali dulu istilah steak yang perlu tahu dan artinya.
|
Istilah |
Arti |
|
Marbling |
Serat lemak yang menyebar di dalam daging. Memiliki peran penting dalam menghasilkan steak yang gurih dan juicy saat dimasak. |
|
Searing |
Proses memasak permukaan steak dengan panas tinggi agar bagian luarnya kecokelatan dan menghasilkan rasa serta aroma yang kuat. |
|
Resting |
Mendiamkan steak beberapa menit setelah dimasak supaya cairan di dalam daging merata sebelum steak dipotong. |
|
Au jus |
Saus atau kuah yang dibuat dari sari daging dan disajikan bersama steak. |
|
Doneness |
Istilah untuk menunjukkan tingkat kematangan bagian dalam steak, seperti rare, medium rare, medium, hingga well done. |
|
Cut |
Jenis atau bagian daging yang digunakan untuk membuat steak, misalnya tenderloin atau sirloin. |
|
Crust |
Lapisan kecokelatan di permukaan steak terbentuk saat daging terkena panas tinggi. |
|
Side dish |
Makanan pendamping steak, seperti kentang, sayuran, atau salad. |
|
Lean |
Daging dengan kandungan lemak yang relatif sedikit. |
|
Fat cap |
Lapisan lemak yang terlihat pada bagian luar beberapa potongan daging. |
Simulasi: Begini Alur saat Kamu Memesan

Nah, ini dia gambaran simulasi cara order steak di restoran buat kamu, Carnivores!
Langkah 1: Duduk dan Lihat Menu
Pelayan: “Selamat datang. Silakan, Kak. Ini menunya.”
Carnivores: “Terima kasih.”
Pertama-tama, lihat menu dulu. Kamu akan menemukan pilihan potongan daging. Setelah itu, ada pilihan ukuran atau porsi, tingkat kematangan, saus, dan side dish. Kalau masih bingung, boleh banget kok tanya ke pelayan!
Langkah 2: Pilih Steak dan Tingkat Kematangan
Misalnya, kamu memilih tenderloin.
Pelayan: “Untuk tingkat kematangannya mau apa, Kak?”
Carnivores: “Medium well, Kak.”
Buat yang belum tahu mau pilih apa, pelayan bisa membantu menjelaskan.
Lengkap 3: Pilih Side Dish dan Saus
Setelah steak, biasanya ada pendamping.
Pelayan: “Untuk side-nya mau mashed potato atau french fries, Kak?”
Carnivores: “French fries aja, Kak.”
Lalu mungkin ada pilihan saus.
Pelayan: “Sausnya mushroom atau black pepper?”
Carnivores: “Mushroom sauce.”
Kamu tidak perlu memilih lagi jika menu sudah menyediakan side dish dan saus dalam satu paket. Tinggal pilih opsi yang ada di menu.
Langkah 4: Konfirmasi Pesanan
Setelah itu, pelayan akan mengulang pesanan. Kalau mau pesan minuman, sekalian saja.
Pelayan: “Baik, Kak. Satu tenderloin medium well dengan french fries dan mushroom sauce. Betul?”
Carnivores: “Betul, Kak. Minumnya iced tea satu ya, Kak.”
Selesai. Setelah itu tinggal menunggu.
Langkah 5: Steak Datang
Pelayan: “Ini steak-nya, Kak. Tenderloin medium well dengan french fries dan mushroom sauce. Silakan.”
Carnivores: “Terima kasih.”
Jangan langsung buru-buru dipotong, Carnivores. Cek dulu steak-nya. Diamkan sebentar karena steak baru selesai dimasak dan masih panas. Kemudian potong dan makan. Seandainya tingkat kematangannya tidak sesuai pesanan, coba beri tahu pelayan dengan sopan.
Baca Juga: Cara Makan Steak Yang Benar: Etika Dasar dan Aturannya
Pokoknya, soal cara pesan steak untuk pemula cukup mengingat potongan empuk, tingkat kematangan medium, dan saus favorit. Dengan modal ini, memesan steak jadi lebih simpel. Meski begitu, cara terbaik untuk belajar memesan steak adalah dengan langsung mempraktikkannya.
Untuk itu, datang ke HOLYCOW! yang asli di cabang terdekat. Menu racikan founder HOLYCOW!, Wynda Mardio, disajikan dengan pelayanan ramah dan pilihan yang ramah untuk pemula. Cobain yuk!
FAQ
Leave a comment
